Model Persaingan di Era Disruptif

Menyoroti persaingan bisnis head-to-head  di tingkat  global, beberapa perusahaan masuk daftar Big Four, yakni Amazon, Facebook, Google, dan Apple. Meski masing-masing memiliki pesaingnya sendiri, namun mereka berempatlah yang menjadi pusat perhatian.

Persaingan paling menonjol terjadi antara  Google dengan rival-nya di berbagai jenis bisnis. Mulai dari bisnis Search Engine Google yang berhadapan dengan Yahoo, kemudian masuk ke media berhadapan dengan Facebook. Lebih jauh lagi Google juga masuk ke industri mobil listrik berhadapan dengan Big Five seperti Ford dan General Motor. Hadirnya Tesla untuk mobil listrik dan Waymo di driverless juga menjadi pesaing Google.

Tak berhenti di situ, bisnis Cloud juga dijelajahi Google dan bersaing dengan Amazon yang juga masuk industri sejenis. Di ranah Internet of Thing, Google berhadapan dengan hardware ciptaan Apple dan Samsung.

Menurut pengamat Yuswohady, jika berbicara mengenai persaingan head-to-head, bukan lagi di old economy. Tren market akan semakin bersifat monoplistik, di mana yang berkuasa adalah satu perusahaan yang masuk ke berbagai industri. “Nantinya perusahaan seperti ini akan banyak memakan perusahaan startup yang berkembang dan mengakuisisinya,” ungkapnya.

Kondisi global yang diutarakan Yuswohady tak berbeda jauh dengan yang terjadi di Indonesia. Persaingan antar perusahaan baru berbasis digital seperti Tokopedia, Bukalapak, Grab, Go-Jek, dan Kartuku di fintech akan semaki nseru. “Karena market masa depan adalah digital. Jika ditilik, media merupakan bidang pertama yang masuk ke ranah digital, kemudian diikuti oleh ritel  seperti Bukalapak, Lazada, Tokopedia, kemudian transportasi dengan skema sharing economy. Tahun ini saya perkirakan fintech akan terus berkembang yang dimotori oleh Go-Pay, Kartuku, dan sebagainya,” jelasnya.

Menurutnnya, kunci sukses  adalah menciptakan model bisnis yang benar, raising capital market, dan bagaimana meyakinkan investor untuk memberikan dana pembiayaan model bisnis tersebut. Jika hal tersebut terjadi maka proses scalling up itu akan berjalan dengan cepat. “Sekarang persaingannya adalah bagaimana mendominasi industri dengan anorganic growth, saling makan, saling mengakuisisi perusahaan yang mau besar. Itulah era persaingan saat ini, era disruptif,” tambahnya.

 

Reportase: Anastasia Anggoro Suksmonowati

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)