Modest Room Siap Pasarkan Brand Fashion Muslim Lokal ke Mancanegara

Temi Sumarlin, CEO sekaligus Founder Modest Room, sebuah perusahaan e-commerce yang memfokuskan dirinya pada transaksi produk lifestyle. Modest Room dirancang sebagai wadah bagi para lokal brand Indonesia untuk memasarkan produknya di luar negeri.

Sebelumnya Temi pernah menjadi editor majalah lifestyle, Scarf Magazine dan membuka 2 toko offline di daerah Bandung dan Jakarta. Keinginannya membantu mengembangkan industri kreatif di di bidang fashion inilah yang membuat Temi akhirnya mendirikan Modest Room.

Berikut petikan wawancara SWA Online dengan Temi Sumarlin di sela-sela acara Pesona Ramadhan Fashion Delight 2017, di Kawasan Kota Kasablanka, Jakarta Selatan,

(Photo: Temi Sumarlin/Instagram)

Apa deferensiasi Modest Room?

Modest Room adalah e-commerce yang tidak hanya berfokus pada B2C, tetapi juga B2B. Local brand Indonesia yang tergabung menjadi tenant bisa memiliki kesempatan untuk bisa mendapatkan buyers dari luar negeri. Kemudian, kami juga menerima orderan untuk membuat seragam perusahaan atau travel agent umroh, yang nantinya akan dikerjakan oleh tenant kami.

Modest Room di sini posisinya sebagai kurator yang menjaga kualitas produk yang dipesan. Tujuan awal kami mendirikan Modest Room adalah untuk mengajak local brand Indonesia untuk memiliki bisnis yang lebih besar, tidak lagi berbicara retail satuan tapi sudah berbicara ekspor.

Apa latar belakang Anda mendirikan Modest Room?

Awalnya saya menjadi chief sekaligus editor Scraf Magazine. Kemudian saya memiliki offline store Modest Room di FX Sudirman dan akhirnya tahun ini kami memutuskan untuk bergerak di ranah e-commerce. Hal ini kami lakukan karena offline store memiliki space yang terbatas, sementara permintaan atas local brand di Indonesia begitu tinggi. Kami merasa inilah saatnya mendirikan e-commerce, tentunya dengan inovasi yang berbeda.

Kami berusaha mencari pembeli dari berbagai negara melalui kerja sama dengan perusahaan lokal negara tersebut untuk mengabsorb produk-produk tenant.

Apa kelebihan Modest Room dibanding e-commerce yang sudah terlebih dahulu muncul?

Kami memiliki konsep B2B dan special order, di mana tenat bisa mendapatkan orderan dari berbagai negara di Asia, Eropa, Afrika melalui Modest Room. Kami akan memfilter tenant mana yang cocok untuk negara tersebut dan yang mampu untuk memenuhi pasar di sana.

Untuk keunggulan special order, kami memiliki marketing yang sudah memiliki jejaring dengan banyak perusahaan untuk order seragam dan seragam umroh yang nantinya bisa digarap oleh tenant. Tidak hanya berfokus pada proses jual beli, Modest Room juga didesain untuk memberikan edukasi kepada para tenant melalui workshop yang akan diadakan 2 bulan sekali.

Para tenant bisa belajar dan sharing pengalaman bisnis seperti, bagaimana melakukan penjualan yang efektif, tips-tips marketing, packaging, hingga proses distribusi.

Bagaimana Anda melihat peluang bisnis di Indonesia?

Indonesia memiliki wilayah yang luas, yang belum tergarap secara maksimal. Kami melihat ada peluang bisnis yang besar di sini, terutama di daerah. Kami memiliki media yang bisa exposure produk Modest Room dan mencoba untuk menjemput bola ke daerah dengan memberikan edukasi ke para tenant dan konsumen untuk lebih digitalize, bahwa kehadiran e-commerce mempermudah proses belanja mereka. Mereka bisa menggunakan waktu mereka untuk hal-hal yang lebih penting. Karena yang saya perhatikan sekarang ini, mereka masih lebih senang untuk datang ke toko.

Bagaimana Anda melihat persaingan yang terjadi di antara e-commerce sekarang ini, khususnya di bidang fashion?

Strategi yang akan kami lalukan adalah dengan memperbanyak kolaborasi. Sekarang zamanya kolaborasi dengan merangkul dan melibatkan semua pihak, bukan persaingan yang saling menjatuhkan. Kami akan mencoba berkolaborasi dengan pemerintah, perusahaan, hingga komunitas. Dengan cara itu, tentunya akan ada banyak peluang yang akan kita dapatkan. Sebelumnya, saya juga sudah memiliki media, tenant, dan local brand yang bisa dimaksimalkan. Apalagi dengan munculnya berbagai komunitas fashion hijab, tentunya akan mempermudah bisnis kami kedepan. Sampai saat ini kami sudah menjaring 50 local brand fashion dan menargetkan 100 brand lokal yang akan bergabung dengan Modest Room pada akhir tahun nanti.

Apa target Anda ke depan?

Kami berharap Modest Room dapat menjadi ruang untuk para local brand dalam mengekspansikan produknya ke luar negeri. Target kami adalah menjajaki pasar Eropa Timur, Basel, Serbia, Malaysia, Singapura, dimana negara-negara ini memiliki potensi yang luar biasa besar. permintaan pasar mereka sangat tinggi terhadap fashion, tetapi produsen yang dapat menyediakan produk tersebut masih sangat sedikit. Kami ingin mengisi kekosongan itu. Di bulan Juli nanti kami akan memulai pembicaraan dengan perusahaan lokal di Basel, Swiss, dan dilanjutkan ke Serbia pada bulan September nanti.

Lalu, kami ingin menjadikan pasar Modest Room lebih luas dan lebar. Target kami tidak hanya orang-orang yang memakai hijab, tetapi semua orang yang ingin berpakaian sopan dan tertutup. Campaign besar kami tahun ini adalah Modest Movement, di mana kami berusaha untuk mengampanyekan perubahan gaya berpakaian yang semula terbuka menjadi gaya berpakaian yang sopan dan tertutup.

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)