Moka Capital Garap Kredit UMKM

Setelah sukses mengembangkan layanan kasir digital, kini Moka menambah satu layanan baru yakni Moka Capital. Layanan ini bertujuan memberikan kredit usaha untuk para UMKM yang menjadi mitra Moka.

Menurut Haryanto Tajo, CEO dan Co-founder Moka, sebagai penyedia layanan kasir digital Moka telah melayani lebih dari 30.000 merchant skala UMKM di seluruh Indonesia, dan pihaknya melihat akan lebih baik jika Moka bertransformasi menjadi platform yang menyediakan seluruh kebutuhan merchant termasuk kredit modal usaha.

“Jadi bagaimana UMKM bisa berkembang kalau mereka tidak ada akses meningkatkan skala bisnis, misalnya menambah cabang baru atau produk baru. Untuk itu, kami bekerja sama dengan partner-partner buka Moka Capital. Bagi merchant Moka yang sudah memakai layanan sedikitnya tiga bulan, dapat memakai layanan ini. Mereka bisa mengajukan pinjaman kredit untuk usahanya mulai dari Rp10 juta – 2 miliar,” jelas Haryanto.

Partner yang digandeng Moka dalam Moka Capital saat ini seluruhnya adalah startup fintech dengan konsep P2P lending. Ada Modalku, Koinworks, dan beberapa lainnya. “Saat ini semuanya P2P lending, tetapi ke depan kami juga sedang siapkan menggandeng institusi keuangan sudah piloting, ” lanjut Haryanto.

Di tahun 2019, Moka sudah menyalurkan lebih dari Rp 40 miliar kredit usaha ke merchant Tetapi Haryanto menekankan mereka tidak mau asal membrikan kredit, merchant yang mengajukan pinjaman tetap dipelajari prospek bisnisnya.

Salah satu contoh merchant Moka yang berhasil membesarkan skala bisnis paska mendapatkan tambahan modal usaha melalui Moka Capital adalah Cyclo Coffee di Senopati Jakarta. Sebelumnya kedai kopi ini hanya menyediakan menu minuman berbahan dasar kopi dengan 15 kursi aja. Kini, setelah mendapatkan pinjaman modal mereka bisa menambah produk makanan dan kapasitasnya bertambah jadi 50 kursi.

Ke depan, menurut Haryanto, Moka akan terus meng-improve produknya agar experience lebih seemless lagi, dan diirencanakan akan dibuat layanan kredit usaha bisa diproses dan cair dalam satu hari.

Tak hanya soal permodalan, Moka terus fokus memberikan pelatihan dan pendampingan usaha dengan UMKM di Indonesia terutama untuk menghadapi isu era industri 4.0. Moka memiliki agenda tahunan A Cup Of Moka (ACOM) yang menjadi wadah pelatihan dan pendampinga UMKM.

Tahun 2020 ini ACOM akan kembali diselenggarakan dengan konsep inklusif, dengan konten berkualitas untuk memperkenalkan teknologi digital pada UKM. Sesuai dengan semangat Moka untuk tumbuh dan berkembang bersama pelaku UKM, ACOM diharapkan dapat mendorong UKM untuk naik kelas sehingga mampu bersaing dan berinovasi dengan memanfaatkan teknologi. Bertempat di The Lounge XXI Plaza Senayan, Jakarta, Moka meresmikan acara pertama A Cup of Moka di 2020 dengan diskusi interaktif mengenai gerakan digitalisasi untuk UKM.

Dalam kurun waktu satu tahun, ACOM telah berhasil mengedukasi lebih dari 2.000 pelaku usaha di 13 kota melalui puluhan acara sepanjang tahun 2019 di seluruh Indonesia. Berawal hanya dari tujuh rekan, kini ACOM telah bekerja sama dengan 124 institusi seperti pemerintahan, penyelenggara swasta, akademis, LSM, dan lainnya. Melihat antusiasme UKM untuk berpartisipasi di ACOM dan mengawali tahun 2020 sekaligus dekade baru, Moka berkomitmen untuk mengadakan gelaran ACOM dalam skala yang lebih besar.

Materi yang dibagi pun lebih bervariasi dan lebih berkualitas, terbagi menjadi dua format baru yaitu ACOM Talks series berupa workshop yang terdiri dari sesi inspirasi dari pelaku usaha dan pembicara yang berkaitan untuk berbagi pengalaman dan key learning, serta praktik yang langsung mengajarkan peserta untuk membuat atau mencoba belajar sesuatu, kemudian ACOM Forum yang membahas diskusi in-depth mengenai isu pengembangan UKM dengan para ahli dari pemerintah, LSM, swasta, startup dan pihak lainnya. Melalui format baru ini, Moka menargetkan lebih dari 2.500 pelaku UKM untuk berpartisipasi di dalam rangkaian acara ACOM dan harapannya, materi yang telah dibawakan di ACOM dapat diterapkan pada kegiatan bisnis sehari-hari sehingga UKM di Indonesia dapat naik kelas.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)