Mozilla Rilis Browser Baru Khusus Indonesia

Mozilla, pelopor dan penyokong Open Web, meluncurkan dua browser baru yaitu Firefox Quantum, browser baru yang menggunakan mesin web next generation, dan Firefox Rocket, browser Android yang cepat dan ringan yang diproduksi khusus untuk Indonesia.

Firefox Quantum terbentuk setelah lebih dari satu tahun pengembangan dan perbaikan. Dengan menggunakan Quantum Compositor, telah mengurangi crash browser sekitar 10% serta fitur WebAssembly dan WebVR yang memungkinkan kinerja cepat untuk aplikasi web di desktop dan headset VR.

Jeff Griffiths, Director of Product Management for Core Browser, mengatakan, Quantum menggunakan Tracking Protection dalam mode browsing private sehingga mencapai 67,5% penurunan dalam jumlah cookie set HTTP, dan memiliki kinerja pengurangan median 44% pada waktu membuka halaman dan pengurangan 39% penggunaan data di situs yang sama.

“Mozilla juga telah menyegarkan dan mendesain ulang antarmuka pengguna Firefox melalui proyek Photon. Firefox Quantum 2X lebih cepat berdasarkan benchmark  speedometer 2.0. Firefox baru juga menyeimbangkan penggunaan memori dengan 30% lebih sedikit daripada Chrome,” ujar Jeff. Ia menyampaikan bahwa Firefox Quantum dirilis pada 14 November ini.

Menurut Jeff, Mozilla telah meriset pengguna internal dan menemukan sekitar 40% pengguna muda Indonesia tidak puas dengan browser mobile default mereka karena lambat. Dilatarbelakangi hal ini, Mozilla mengembangkan Firefox Rocket. Browser ini didesain khusus untuk browsing cepat.

“Pengguna bisa menghemat data dan penyimpanan. Anda juga bisa mengambil, berbagi konten dan browsing dengan cepat bahkan di tengah koneksi yang lambat. Ukuran APK Firefox Rocket lebih kecil dari 2,39MB, terkecil di antara browser utama, di antara pemain utama lainnya. Browser ini dapat memangkas tracking yang tidak perlu, tidak ada new tab, maka dari itu bisa sangat cepat,” tuturnya.

Sejumlah fitur utama Firefox Rocket adalah Turbo Mode, Screenshot, Clear Cache, Storage Control, dan Block Images. Melalui Turbo Mode, pengguna bisa memblokir iklan untuk menyimpan data. Sementara melalui Storage Control, pengguna dapat menyimpan unduhan ke SD Card dan mengosongkan penyimpanan ponsel.

Jeff mengungkapkan, Firefox Rocket diciptakan hanya untuk Indonesia, dan berharap bisa bersanding dengan Chrome yang masih di urutan pertama. “Karena Indonesia adalah negara mobile first yang 70% populasinya mengakses internet melalui mobile, karenanya ini sengaja dibuat khusus bersanding dengan pemain lain di Indonesia. Kami tahu Google Chrome sangat kuat, tapi Mozilla percaya diri bisa bersanding,” ungkapnya.

Namun demikian Jeff mengutarakan, sebagai perusahaan nirlaba, Mozilla tidak menjual produknya untuk mencari keuntungan. Mozilla saat ini memiliki desktop browser market share sebesar 27%, dengan jumlah pengguna sekitar 320 juta. “Market share Mozilla sekitar 27% dan Chrome sekitar 54%. Tapi kami tidak mempermasalahkan ini karena kami adalah nonprofit. Hal terpenting bagi kami adalah memastikan misi Mozilla supaya internet bisa diakses semua orang, internet adalah sumber daya umum, global, dan terbuka,” ujarnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)