MS Hidayat Akuisisi Apartemen Kebayoran

Setelah sukses mengakuisisi proyek apartemen premium Somerset Kencana di Jalan Arteri Pondok Indah, kini PT Mandiri Sejahtera Hutama / MSH Group milik pengusaha MS Hidayat, melalui anak usahanya bernama PT Kebayoran Parama Propertindo kembali mencaplok proyek apartemen di kawasan Ulujami, Jakarta Selatan, yang berdekatan dengan Jalan Raya Ciledug. Namun, nilai akuisisi itu dirahasiakan oleh manajemen MSH Group maupun PT Karya Cipta Group (KCG) selaku pemilik lama.

Dengan akuisisi tersebut, maka kepemilikan saham MSH Group mendominasi 85%, sedangkan PT Karya Cipta Group hanya 15%. Pergantian manajemen ini juga mengubah nama apartemen kelas menengah yang sebelumnya dikenal dengan Apartemen Selatan 8 diganti menjadi rebranding “Apartemen Kebayoran”.

(ke-3 dari kiri) Susanto Kiswandono, Direktur PT Kebayoran Parama Propertindo

Proyek Apartemen Kebayoran berada di area seluas 1,1 hektar, terdiri dari 2 tower masing-masing memiliki 20 lantai yaitu Tower Ruby dengan 333 unit dan Tower Diamond dengan 448 unit atau total 781 unit. Harga jual apartemen ini dibanderol Rp19,5 juta per meter persegi.

“Saat peluncuran awal apartemen ini dikelola PT Karya Cipta Group, harganya masih Rp18 juta per meter persegi. Hingga sekarang audah terjual Rp700 miliar. Saat ini, masih tersisa 500 unit yang penjualannya dilakukan oleh manajemen baru, yaitu PT Kebayoran Parama Propertindo dengan harga Rp19,5 juta per meter persegi,” jelas Susanto Kiswandono, Direktur PT Kebayoran Parama Propertindo

Menurut Susanto, Apartemen Kebayoran dikembangkan dengan total investasi mencapai Rp400 miliar. Tipe-tipe unit yang dipasarkan adalah Suite 23,30 meter persegi, Royal Suite 46,20 meter persegi, Grand Suite 50,80 meter persegi , Luxury Suite 52 meter persegi dengan dilengkapi fasilitas sky lounge, sky pool, rooftop garden, playground, retail area, convenience store serta sistem keamanan 24 jam yang didukung dengan teknologi mutakhir. Kenyamanan Kebayoran Apartment juga ditunjang dengan luasan ruang terbuka hijau yang dialokasikan mencapai 45% dari luas lahan.

“Kami berkomitmen kuat untuk mempercepat penyelesaian proyek. Kebayoran Apartement telah menargetkan topping off Tower Ruby dapat dilakukan pada kuartal pertama tahun 2018. Sementara penyelesaian secara keseluruhan ditargetkan pada awal 2019. Jadi, target penjualan 500 unit kami harapkan tercapai sebelum dilakukan topping off,” ungkap Susanto.

Selain komitmen penyelesaian proyek, Susanto mengklaim, nilai lebih Apartemen Kebayoran adalah dukungan infrastruktur publik, dikelilingi oleh daerah komersial yang terus berkembang dan tidak jauh dari kawasan CBD serta perkantoran. Rata-rata waktu tempuh dari dan ke lokasi bila dilihat dari pusat-pusat kegiatan seperti retail, rumah sakit, sekolah, dan hotel dapat dicapai dengan kurang dari 30 menit, sehingga penghuni Kebayoran Apartment akan lebih mudah untuk melakukan mobilisasi dalam memenuhi kebutuhan pribadi maupun bisnis.

“Dari lokasi Apartemen Kebayoran ke akses Tol JORR W2 dengan akses masuk keluar Tol Ciledug hanya berjarak 600 meter dan Jalan Layang Non Tol Ciledug-Tendean yang dilewati Transjakarta Koridor 13 dimana tersedia halte Cipulir yang berjarak 100 meter dari lokasi, memudahkan akses menuju kawasan segitiga emas Jakarta, area TB Simatupang maupun ke Bandara Soekarno Hatta,” ujarnya.

Menurutnya, konektivitas dan kemudahan akses tersebut akan makin meningkat di masa depan seiring rencana pelebaran jalan Ciledug Raya, pelebaran Jalan Ulujami dan pembuatan jalan baru di sebelah barat kawasan Apartemen yang akan makin memudahkan akses ke Jalan Ciledug Raya. Pembangunan infrastruktur jalan tersebut dipastikan dapat mengurangi kemacetan dan meningkatkan image kawasan Ciledug serta semakin meningkatkan nilai jual Kebayoran Apartment di masa depan.

“Dari kondisi tersebut, masyarakat / calon pembeli diharapkan dapat segera memutuskan untuk mulai berinvestasi di Kebayoran Apartment baik untuk keperluan tempat tinggal maupun untuk investasi. Saat ini merupakan saat yang tepat untuk berinvestasi di propert,” jelasnya sambil mengatakan target pasar yang diincar Apartemen Kebayoran adalah para mahasiswa atau orangtua yang menyekolahkan anaknya di sekitar lokasi apartemen, seperti Ponpes Darunnajah, Universitas Budi Luhur, Universitas Binus, STAN, BSI dan kampus lainnya.

Apalagi saat ini, Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan kredit yang makin memudahkan orang untuk memiliki rumah baik melalui pelonggaran LTV serta suku bunga acuan BI yang cukup rendah yaitu sebesar 4,75 persen. Bahkan saat ini terdapat sejumlah Bank yang berani memberikan kredit kepemilikan rumah single digit. Belum lagi program tax amnesty yang berhasil menarik dana yang selama ini disimpan di luar negeri diyakini akan mampu mendorong pertumbuhan perekonomian khususnya sektor properti. Selain itu, harga komoditas unggulan Indonesia (batubara dan sawit) sudah mulai membaik sehingga mampu memulihkan kondisi perekonomian Indonesia serta mengembalikan daya beli masyarakat.

“Melihat kondisi makro dan kelebihan yang kami tawarkan yaitu fasilitas apartemen dan komitmen MSH group dalam percepatan penyelesaian proyek, Kami optimistis bahwa apartemen yang kami luncurkan ini bakal mendapat respons positif dari masyarakat. Apalagi strategi pemasarannya kami bekerja sama dengan lembaga Roy Gosen. Kami mengandalkan pada strategi pricing dan strategi produk,” ucap Susanto penuh harapan.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)