Nasib Pembangunan Arena Olahraga Semasa Covid-19

Saat ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) masih menyelesaikan sejumlah proyek pembangunan seperti Stadium di Papua, JIS, dan stadium lainnya. Namun mega proyek ini harus terkena dampak pandemi Covid-19. Beberapa di antaranya karena pemerintah perlu meminimalisir penyebaran Covid-19 melalui PSBB, terutama adanya perubahan alokasi anggaran yang berdampak proyek-proyek tersebut

Dalam mengatasi dampak pandemi ini, pemerintah Indonesia mengurangi anggaran belanja negara, salah satunya Kementerian PUPR yang berkurang Rp24,533 triliun, menjadi Rp95,683 triliun. Pengurangan ini berdampak terhadap pembangunan negara yang sudah direncanakan di tahun 2020 ini, salah satunya pembangunan stadion untuk PON 2020 dan Piala Dunia U-20 2021.

Hal tersebut disampaikan oleh Anggoro Putro, Pimpinan Proyek PON 2020 Kementerian PUPR. Anggoro mengatakan, proyek pembangunan akan terus berjalan bahkan ada beberapa venue yang pengerjaannya sudah hampir selesai mencapai progresi 90%, hanya saja akan ada beberapa tambahan strategi untuk pelaksanaannya. Salah satunya diterapkannya relaksasi. Ajang PON yang sejatinya berlangsung pada tahun ini juga akan diundur ke tahun 2021.

“Kontrak berubah dari single years menjadi multi-years artinya penyelesaian ditarik sedikit karena anggaran banyak dialokasikan ke penanganan Covid-19,” ujanya.

Ia menjelaskan, kendala-kendala yang muncul akibat situasi pademi ini antara lain, kendala dalam hal mendatangkan pekerja, tenaga ahli pekerjaan spesialis dan tenaga sertifikasi dari luar Papua, Perubahan mekanisme pencairan termin, meningkatnya overhead penyedia jasa konstruksi, dan potensi keterlambatan penyelesaian pekerjaan.

Anggoro menegaskan, pembangunan akan terus berjalan dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19. Pokja pemilihan bekerja secara WFH kecuali pada saat pembuktian. “Kami melaksanakan protokol pencegahan Covid-19 dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa konstruksi,” ujarnya.

Kemudian ke depannya, lanjut Anggoro, setidaknya ada 3 hal yang menjadi proyeksi fokus pembangunan infrastruktur pasca Covid-19. Pertama, karena ada pembatasan ini maka pekerjaan infrastruktur akan memaksimalkan komponen-komponen lokal. Kedua, pekerjaan pembangunan infrastrutkur yang mudah dilakukan oleh pekerja lokal. Artinya bagaimana membuat teknologi yang mudah direplikasi agar mudah dioperasikan. Ketiga, pekerjaan infrastruktur yang low maintenance.

“Pertimbangan pelaksanaan pembangunan difokuskan kepada pemulihan perekonomian dan dampak ekonomi makro. Yang tadinya padat alat menjadi padat karya,” tutur Anggoro.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)