Nestum Ajak Sarapan Seutuhnya, Bukan Sebutuhnya

Nestlé Indonesia menambah varian produk sarapan terbarunya, yaitu bubur sereal sarapan Nestum di tengah keluarga Indonesia sebagai pilihan sarapan lebih cerdas.

Business Executive Officer Dairy Nestlé Indonesia, Windy Cahyaning Wulan, mengatakan, sejak tahun 2013, Nestlé mengajak masyarakat Indonesia untuk menerapkan kebiasaan sarapan sehat. “Nestum sebagai sajian sarapan multigrain diperkaya dengan vitamin dan mineral. Produk ini tersedia dua pilihan, yaitu Nestum Porridge (rasa manis dan original) dan Nestum 3-in-1 (pilihan rasa susu, susu & pisang, dan susu & coklat),” jelasnya.

Windy mengklaim, keunggulan Nestum terdapat pada kandungan Grainsmarta atau kombinasi unik multigrain yang terdiri dari gandum utuh, jagung, beras, serat pangan, vitamin dan mineral, serta kandungan gula yang rendah. Kombinasi ini menjadikan Nestum sebagai pilihan sarapan yang lebih cerdas, bercita rasa lezat, untuk menghasilkan rasa kenyang yang lebih lama dengan tetap memerhatikan kandungan gizi yang lengkap dan seimbang.

Berbicara mengenai kebiasaan sarapan, Ahli Gizi Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, mengatakan, dibandingkan lima tahun tahun yang lalu, masyarakat terutama siswa sekolah, remaja dan wanita dewasa sudah semakin paham pentingnya sarapan dan semakin banyak yang menjadikan sarapan sebagai bagian kegiatan di pagi hari.

Namun, menu sarapan pada umumnya cenderung masih belum memenuhi kebutuhan gizi yang lengkap dan seimbang. Ini dikarenakan pola kebiasaan konsumsi sarapan yang masih ‘sebutuhnya’ – yaitu anggapan bahwa sarapan hanya pencegah rasa lapar, ketimbang membekali tubuh dengan sumber gizi yang bisa memberikan energi dan rasa kenyang lebih lama agar tubuh lebih siap beraktivitas.

Survei Diet Total (SDT) Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes)1 terhadap lebih dari 25.000 anak usia 6-12 tahun di 34 provinsi mengungkapkan hampir separuh anak (47,7%) belum memenuhi kebutuhan energi minimal saat sarapan. Bahkan 66,8% anak mengonsumsi sarapan dengan mutu gizi yang rendah, terutama rendah asupan vitamin dan mineral.

Tidak hanya anak usia sekolah, sebanyak 30% wanita dewasa juga tidak terbiasa sarapan, sementara 37% wanita dewasa juga belum menerapkan pilihan sarapan yang memenuhi kebutuhan energinya.

Terkait pola sarapan, praktisi gizi kebugaran Jansen Ongko, M.Sc, RD, menjelaskan, beragam faktor yang turut memengaruhi. “Gaya hidup modern yang semakin sibuk, kekhawatiran meninggalkan anak dengan rasa lapar di sekolah, mitos tidak perlu sarapan kalau tidak lapar, bahkan ketakutan berlebih terhadap sumber gizi tertentu seperti karbohidrat atau gula, menjadikan pola sarapan sebutuhnya menjadi kebiasaan umum,” ungkap Jansen.

Padahal, lanjut Jansen, peran sarapan dalam memupuk kebugaran fisik dan mental justru penting sekali. Pertama, sarapan memenuhi sekitar 15-30% kebutuhan gizi harian. Kedua, kebiasaan sarapan yang cerdas juga turut membantu memupuk kebiasaan pola makan yang cerdas di saat makan siang, ketika jajan, dan makan malam.

Saat ini, kepraktisan menjadi kunci untuk membantu meyakinkan masyarakat Indonesia agar tergerak untuk menerapkan kebiasaan sarapan sehat. Inilah mengapa Nestum, ungkap Windy, dapat disajikan dengan mudah, cukup menambahkan susu hangat untuk Nestum Porridge atau air hangat untuk Nestum 3-in-1. Kombinasi biji-bijian pada Nestum juga membuatnya sebagai pilihan sarapan yang fleksibel karena dapat dipadukan, baik dengan manis ataupun gurih, sehingga konsumen bisa berkreasi dengan beragam rasa.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)