Neuronesia Bahas Respons Otak terhadap Perubahan VUCA

Kemajuan teknologi yang sangat pesat, khususnya di bidang teknologi informasi seperti: internet of things, smart city, big data, dan artificial intelligence, tidak saja mengubah gaya hidup manusia dari generasi ke generasi, namun cara pandang dan cara berpikir.

Bahkan akselerasi neuron otak dalam merespon setiap perubahan dan kemajuan teknologi informasi tersebut. Melalui ilmu neurosains dan disiplin ilmu lainnya diharapkan dapat membantu menjelaskan proses perubahan itu terjadi secara ilmiah. Kepada masyarakat awam, pesan ini disampaikan dengan bahasa-bahasa yang membumi.

Terkait hal itu dan memperingati hari jadi Neuronesia ke-3 tahun, komunitas pecinta ilmu neurosains ini menyelenggarakan seminar dan diskusi panel dengan judul: “Manusia 4.0 – Digital Millennial Brains” di Jakarta.

“Tujuan menyelenggarakan seminar ini, selain mengingatkan kembali berdirinya komunitas, juga ingin membahas dampak kemajuan teknologi dan perubahan lingkungan yang VUCA (volatility, uncertainity, complexity, ambiguity) terhadap otak, pikiran dan perilaku,” ungkap Bambang Iman Santoso, ST, MM, Co-founder dan CEO dari PT Neuronesia Neurosains Indonesia, yang pada kesempatan acara ini menjadi moderator.

Seminar itu juga membahas respons otak, pikiran dan perilaku terhadap perubahan kemajuan teknologi di masing-masing generasi. Tak lupa, meningkatkan kesadaran pentingnya ilmu neurosains ke audiens dan publik, terutama era zaman now yang bersifat disruptif.

Komunitas Neuronesia lahir pada tanggal 29 Maret 2015. Melalui ilmu neurosains, diharapkan dapat mewujudkan visi misinya, yaitu: “Indonesia Cerdas Berahlak Mulia”.

“Neurosains adalah ilmu yang khusus mempelajari tentang otak dan dinamikanya. Otak merupakan bagian yang sangat penting bagi kehidupan kita. Bagian yang terkecil dari otak disebut neuron (sel saraf), yang terdiri atas badan sel dan kabel-kabel yang disebut axon-neuron dan dendrit,” ujar
Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Pharm., MD., Ph.D., Board of Honor of Neuronesia Community, menambahkan.

Menurutnya, semua gerakan tubuh kita dikontrol oleh otak. Kita mau makan, tidur, belajar, berpikir, berperasaan, sampai berpikiran inovatif dan menemukan segala sesuatu, senantiasa dimulai dari otak. Neurosains mempelajari semua hal yang berkaitan erat dengan fungsi otak, intelektual, dan kesadaran manusia.

“Alhamdulillah, setelah 3 tahun berjalannya komunitas, ada empat progres yang dapat disampaikan di kesempatan acara ini,” ucap Bambang. Dalam acara ini sekaligus meresmikan beberapa hal: (1) tambahan manfaat kartu keanggotan eMoney Neuronesia bekerja sama dengan Siloam Hospitals Simaptupang: (2) dipimpin oleh Dr. Tauhid, Neuronesia: (3) penandatanganan perjanjian kerjas ama dengan PT Brain Booster Management Indonesia untuk memasarkan jasa layanan online assessment dengan merek LogicaIndex: (4) relaunching unit bisnis di bawah PT NNI dengan brand NLC – Neuronesia Learning Center.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!