Nielsen: Digital Sokong 6% dari Total Belanja Iklan

Nielsen merilis belanja iklan di media TV, cetak, dan radio selama 12 bulan terkahir menembus angka Rp156 triliun atau naik sebesar 2% dari. TV masih menjadi saluran yang paling banyak berbelanja iklan dengan tota porsi sebanyak 83%.

Namun, pertumbuhan TV cenderung mengalami pelambatan, hal ini dibuktikan dengan pertumbuhan belanja iklan TV hanya berkisar pada angka 6%, sementara di tahun sebelumnya sebesar 13%. Hellen Katherina, Executive Director Media Nielsen Indonesia, mengatakan, sejak kuartal III tahun 2018, Nielsen menambahkan media digital dalam pengukuran belanja iklan.

“Sejak periode tersebut porsi belanja iklan digital memberikan kontribusi sebesar Rp9,3 triliun,” kata dia. Adapun total belanja iklan secara keseluruhan mencapai Rp165 triliun, dimana 6% dari angka tersebut disokong oleh media digital. Sementara format iklan berbentuk display lebih banyak digunakan oleh para pengiklan yakni sebesar 52%, dan sisanya menggunakan video sebesar 48%.

“Produk yang paling banyak beriklan di media digital adalah layanan online, disusul oleh perangkat & Layanan Komunikasi. Sedangkaan di posisi ketiga, keempat, dan kelima dari kategori kendaraan pribadi, perawatan rambut, dan Susu Cair,” kata dia menegaskan. Dari sisi merek, Vivo menempati posisi pertama, diikuti oleh Samsung, Tokopedia, Hilo Chocolate Banana, dan Oppo.

Samsung
menjadi merek yang paling banyak mengalokasikan anggaran iklan di
media digital yakni sebesar 42% dengan 444 bentuk kreatif iklan.
Tokopedia mengalokasikan 36% anggaran untuk beriklan di media Digital
dengan 17.351 bentuk kreatif iklan. Sementara itu Vivo dengan porsi
iklan Digital 26% memiliki 334 bentuk kreatif iklan.

Jika dilihat dari format iklan yang digunakan, Video lebih disukai oleh para pemilik merek. 81% iklan Vivo disampaikan dalam bentuk Video dan 19% dalam bentuk Display. Serupa dengan Vivo, Samsung menempatkan 87% iklannya dalam bentuk Video.

Berbeda dari kedua merek tersebut, Tokopedia lebih menyeimbangkan keduanya dengan menempatkan 54% iklannya dalam bentuk Display dan 46% dalam bentuk Video. “Sebagai ‘pendatang baru’ media Digital telah mampu menunjukkan eksistensinya dalam hal belanja iklan di tengah dominasi Televisi,” kata Hellen menutup pembicaraan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)