Nissan Dekati Konsumen Melalui Kompetisi Game

Mobil ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC) kini makin diminati masyarakat Indonesia. Menurut Budi Nur Mukmin, General Manager Marketing Strategi PT Nissan Motor Indonesia (NMI), kontribusi LCGC terhadap total market nasional mencapai 18% d tahun 2015. Awal tahun 2016, kontribusi LCGC sudah mampu mendekati 20%, ia optimis angka ini bisa naik mencapai 23% pada akhir 2016.

Hal ini dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu supply dan demand. Untuk supply,  banyak jenis mobil LCGC baru yang dirilis, sehingga konsumen memiliki banyak pilihan. Di sisi lain, masyarakat Indonesia masih memilih membeli motor karena daya beli yang rendah. Apabila segmen tersebut membesar, maka mereka akan beralihpada mobil LCGC. “Ketika pendapatan naik mereka lebih memilih LCGC jadi supply dan demand bertemu,” jelasnya.

Nissan

Budi yakin bahwa pasar tersebut akan terus tumbuh, tapi dia menyayangkan beberapa hal. Misalnya saja ktidak adanya keringanan pajak bagi mobll ramah lingkungan. Pasalnya, saat ini mobil ramah lingkungan dikenakan pajak normal sehingga cukup tinggi.

Selain itu, kurangnya local content yang mencapai 40% dalam spare part membuat pajak semakin melambung, Pihaknya ingin agar Pemerintah Indonesia bisa mencontoh Thailand dan Malaysia, saat pertama kali mobil hybrid diluncurkan, mobil tersebut mendapat keringanan pajak sampai 10%. Selain itu perbedaan harga antara mobil berbahan bakar fosil dengan hybrid hanya 10%.

Meskipun lebih mahal, namun ke depannya mobil hybrid memiliki potensi besar dalam mengurangi dampak pencemaran lingkungan. Nissan sendiri belum berpartisipasi dalam penjualan mobil LCGC, karena pasar ini dikuasai Datsun yang merek dagangnya dipegang oleh Nissan.

Pada tahun 2015 tercatat 29.358 unit mobil LCGC merek Datsun yang dipasarkan, sehingga mampu menguasai pangsa pasar 17,8%. Hal ini disampaikannya dalam pembukaan rangkaian kompetisi Nissan GT Academy 2016. Kompetisi ini dibuka sejak 19 hingga 26 Juli dengan 6.500 partisipan.

Rencananya kompetisi ini akan dilangsungkan hingga 21 Agustus 2016 di 4 kota di Indonesia  yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya. Kompetisi yang berusia 2 tahun ini sengaja menambahkan kota Yogyakarta dan Bandung karena tingginya angka mahasiswa di sana. “Biasanya pecinta game itu mahasiswa, jadi kami berharap dengan menambahkan kedua kota tersebut kami mampu mencapai target peserta kami, yaitu 20.000 karena tahun lalu kami mampu mencapai 15.000 peserta,” jelas Budi.

Kemampuan yang dibutuhkan dalam kompetisi ini adalah kemampuan bermain game. Tahun ini Nissan bekerja sama dengan Sony dalam menghadirkan video game Gran Turismo Sport. Berbeda dengan tahun sebelumnya, game ini secara ekslusif akan dimainkan di Nissan GT Academy 2016, sehingga peserta bisa merasakan pengalaman baru saat memainkan game ini.

Nantinya ke 20 pemenang akan akan diberikan pelatihan seputar dunia balap di Sentul, Jawa Barat. mereka akan dilatih oleh Diandra, pembalap wanita yang menjadi brand ambassador untuk Nisan GT Aacademy 2016. Dari 20 orang, akan dipilih 6 orang yang mewakili Indonesia untuk ikut dalam International Race Camp dan berkompetisi dengan 7 negara lainnya. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)