Novartis Indonesia Luncurkan Obat Bagi Penderita Psoriasis

WHO mencatat 1-3% populasi Indonesia mengalami penyakit kulit psoriasis yang ditandai dengan timbulnya bercak merah dan sisik keperakan pada kulit.

Penyakit ini dapat menyerang laki-laki dan perempuan dalam rentang usia 8-70 tahun. Warisan gen dan gaya hidup tidak sehat diyakini sebagai pemicu munculnya penyakit autoimun ini. Sebanyak 34% dari total penderita psoriasis diketahui memiliki kecenderungan untuk bunuh diri akibat dari marginalisasi lingkungan dan gangguan psikis.

Milan Paleja, Presiden Direktur Novartis Indonesia (Photo: Anastasia/SWA).

Novartis, perusahaan obat internasional yang berbasis di Swiss, hari ini (16/7/2017) melepas Secukinumab, yakni pengobatan suntik bagi pasien penderita psoriasis guna mendapatkan kondisi kulit yang diklaim 90% lebih baik.

Presiden Direktur Novartis Indonesia, Milan Paleja, menuturkan, pengobatan ini ditujukan untuk mereka yang menderita psoriasis menengah hingga berat untuk mendapatkan kulit yang bersih dan tahan lama. “Secukinumab hadir untuk memberikan tretament guna menghasilkan kulit yang bersih hingga 90%,” ujar Milan.

Secukinumab merupakan obat biologis-protein dengan rekayasa genetis gen manusia yang dirancang untuk menghambat komponen spesifik sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan inflamasi. Obat ini secara spesifik menghambat aktivitas IL-17A yang terkait dengan respon tubuh terhadap inflamasi dan daya tahan. Sederhananya, obat ini dapat menghambat siklus respon daya tahan tubuh terhadap penyakit tersebut.

Lebih lanjut, Milan menjelaskan, pihaknya siap bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia melalui program JKN dan pasar komersial untuk meringkan beban penderita. “Sebuah kebanggaan untuk kami dapat bekerjasama dengan perhimpunan dokter spesialis kulit dan kelamin untuk memberikan harapan baru bagi para pasien," kata dia.

Namun, ia menyayangkan masih sedikitnya masyarakat dan stakeholder yang sadar dan peduli dengan penyakit ini. Edukasi kepada konsumen dan dokter akan menjadi prioritas utama perusahaan dalam memasarkan produknya. Kemudian, proses komunikasi dan distribusi kepada dokter dan pemangku kepentingan akan terus diintensifkan.

Tersedianya Secukinumab di Indonesia diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pengobatan pasien untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal melebihi obat konvensional yang saat ini tersedia di pasaran.”Secukinumab kini tersedia bagi pasien di Indonesia dan diharapkan dapat mengendalikan penyakit prsoriasis serta dapat meningkatkan standar harapan pasien terhadap pengobatannya," tutut Milan.

Secukinumab saat ini telah tersedia di lebih dari 75 negara, meliputi Singapura, Malaysia, Thailand sebagian wilayah Afrika, Eropa, dan Amerika.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)