NS BlueScope Targetkan Pertumbuhan Bisnis Double Digit

IMG_8327

Industri baja merupakan sektor strategis yang terus dikembangkan di Indonesia. Saat ini, kebutuhan nasional akan baja lapis berkisar di angka 1,2 juta ton per tahun dan diprediksi angka tersebut akan terus meningkat seiring dengan komitmen pemerintah dalam menggalakkan program peningkatan dan pemerataan infrastruktur di Indonesia.

Oleh karena itu, industri baja merupakan sektor strategis yang dikembangan di Indonesia. NS BlueScope Indonesia, perusahaan manufaktur baja lapis, melihat kesempatan industri baja lapis untuk tumbuh bukan hanya di up-stream, tetapi juga mid-stream dan downstream. Perusahaan ini sudah beroperasi lebih dari 20 tahun di Indonesia dan berkomitmen untuk mendukung industri baja dalam negeri.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah membawa teknologi pelapisan baja yang memiliki keunggulan antikorosi, material dengan kekuatan dan keamanan yang terjamin, serta mampu mengurangi suhu dari permukaan bangunan, warna yang tahan lama, dan kemampuan untuk membersihkan permukaan.

Produk-produk yang dihasilkan dipastikan mengikuti 4 standar dunia yang mengatur 55% zinc-aluminium metallic coated yaitu (SNI 4096/2007), Asutralian Standard (AS 1397), Japan Industrial Standard (JIS G3321), dan American Standard for Testing Material (ASTM A792). Pengamanan produk dalam negeri melalui SNI sangat penting agar menjaga standard kinerja pakar-pakar sipil, arsitek, konstruksi, dan pengembang di Indonesia.

BlueScope Indonesia telah berpartisipasi dalam beberapa proyek-proyek ikonik speerti Terminal 3 Ultimate Soekarno Hatta, Bandara Supadia-Pontianak, Bandara Samarinda, PLTU-Tuban, PLTU Indramayu, dan PLTU Labuan. Saat ini, kapasitas produksi NS BlueScope mencapai 280 ribu ton pertahun untuk memproduksi baja ringan tanpa lapis warna (bare) dan baja ringan berlapis warna (painted).

Medhi Cahyono, Vice President Supply Chain and Customer Service NS BlueScope, mengatakan, industri baja turut terkena dampak anjloknya industri pertambangan. Ditambah, adanya limpahan produk-produk dari Cina dan tidak ada perlindungan dari pemerintah terhadap produk impor. “Ada beberapa konsumen kami yang meninggalkan kami dan impor sendiri produk Cina. Cara kami mengatasinya adalah bukan mengurangi harga, tetapi menambah nilai tambah seperti servis dan garansi. Produk-produk kami bergaransi 10-15 tahun,” jelasnya. Hingga akhir tahun, NS BlueScope menargetkan pertumbuhan sales double digit. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)