Nutrifood Konsisten Terapkan Prinsip 3R

Head of Green Committee PT Nutrifood Indonesia, Angelique Dewi.

Circular economy (CE) merupakan cara memberdayakan dengan penerapan teknologi baru untuk meningkatkan produktivitas pemakaian sumber daya. Ini menjadi alternatif ekonomi yang menggantikan ekonomi linier tradisional dengan mengedepankan aspek lingkungan.

PT Nutrifood Indonesia dengan visi ‘Inspiring a Nutritious Life,’  ingin menginspirasi masyarakat untuk hidup sehat lebih lama. Menurut Head of Green Committee PT Nutrifood Indonesia, Angelique Dewi, Nutrifood percaya bahwa hidup sehat tidak dapat terwujud apabila lingkungannya tidak sehat, baik lingkungan hidup dan sosial.

Konsep CE sendiri bagi Nutrifood relatif baru, bahkan penggunaan istilahnya tidak spesifik memakai CE. Namun, menurut Angelique, secara prinsip yang ada pada CE sebagian besar sudah dilakukan. “Kami mencoba menekan emisi yang dihasilkan dari kegiatan produksi Nutrifood, mencegah kebocoran energi, dan seefisien mungkin menggunakan energi yang ada, lalu meminimalisir limbah dan mendaur-ulang limbah yang dihasilkan,” jelasnya.

Inisiatif mengurangi penggunaan bahan yang menghasilkan limbah B3, seperti bahan-bahan kimia terus juga terus direduksi dalam produksi Nutrifood. Langkah tersebut telah dilakukan sejak lama dan secara bertahap. Setiap departemen terus diedukasi untuk melakukan inovasi dan perbaikan secara terus-menerus. Nutrifood menggunakan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle).

Dalam proses packaging, wadah-wadahnya digunakan kembali. Nutrifood juga menjalankan Take Back Kemasan untuk produk Hi-Lo dan Nutrisari, yakni mengambil kembali kemasan dari konsumen untuk didaur ulang bekerja sama dengan beberapa yayasan. “Namun, program ini tidak satu loop dengan produksi kemasan, karena Nutrifood memberikan kemasan yang diambil kepada yayasan-yayasan mitra untuk didaur ulang kepentingan yang lain,” jelasnya. Cara tersebut dirasa kurang efektif dan justru menghasilkan emisi yang terlalu besar.

Nutrifood juga bekerja sama dengan PT Biokonversi Indonesia di Bekasi dalam pengelolaan limbah produk gagal. Biokonversi yang akan melakukan pengelolaan sampah organik (sampah dari bahan makanan) menggunakan lalat yang dikenal dengan sebutan black soldier fly, untuk menghasilkan produk pakan ternak, kompos, atau pupuk cair. Dari aspek penghematan sumber daya air, untuk membersihkan mesin, Nutrifood sudah menggunakan proses dry cleaning dengan udara bertekanan tinggi.

Perusahaan juga berupaya melakukan penghematan energi dengan pendekatan lain. “Kami berusaha merancang alur proses yang seefisien mungkin,” ujarnya. Seperti, pemindahan gudang bahan baku dan fasilitas produksi yang berdekatan, sehingga tidak membutuhkan forklift. Secara total pada 2017 Nutrifood berhasil mengurangi emisi karbon sebesar 120 ton.

Targetnya adalah zero waste to landfill. Sebisa mungkin sampah yang dihasilkan tidak menuju tempat pembuangan terakhir . Angelique mengklaim pabrik Nutrifood di Ciawi dan Cibitung dalam kondisi normal sudah zero waste to landfill, selama tidak ada lonjakan produksi yang terlalu tinggi. Jika terjadi, limbah akan berbanding lurus dengan total produksi yang meningkat tinggi. “100% telah kami lakukan 3R,” dia menegaskan.

 

Reportase: Jeihan Kahfi Barlian

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)