Obat Apps Dorong Pendidikan Farmasi di Indonesia

Sistem pembelajaran yang terintegrasi akan memudahkan hasil penelitian dan produk yang dihasilkan masuk ke dalam ekosistem farmasi (Foto: ist)

Pandemi covid-19 membuat adopsi digital di Indonesia menjadi semakin cepat. Tidak hanya dalam sektor pemenuhan kebutuhan pangan sehari-sehari, tetapi juga sektor pendidikan. Ya, di kondisi ini, pembelajaran berbasis digital bisa menjadi alternatif dalam proses belajar mengajar di perguruan tinggi. Salah satu pemain di industri platform aplikasi belajar farmasi, Obat Apps melakukan kolaborasi dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda (STIKSAM) untuk menyediakan platform pembalajaran berbasis online.

Saiful Robbani, CMO PT Obat Inovasi Indonesia mengatakan bahwa sistem pembelajaran yang terintegrasi akan memudahkan hasil penelitian dan produk yang dihasilkan masuk ke dalam ekosistem farmasi. “Kerjasama ini juga akan memberikan banyak keuntungan bagi para mahasiswa dengan memanfaatkan fitur Obat Apps,” kata dia dalam siaran persnya (29/11/2021).

Sementara itu, Direktur Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda (STIKSAM) Supomo, menjelaskan bahwa Obat Apps dipilih sebagai platform pembelajaran di kampusnya lantaran telah melakukan terobosan untuk memfasilitasi kekurangan dalam pembelajaran farmasi di Indonesia. “Aplikasi ini juga berperan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dan dosen farmasi dengan bantuan big data,” ujar Supomo.

Sebagaimana diketahui, hingga saat ini, akses, metode, dan materi farmasi masih menjadi kendala untuk setiap jenjang pendidikan. Misalnya saja materi yang sulit dipahami dan pengalaman praktikum yang masih kurang dapat dimengerti akibat adanya pembelajaran jarak jauh. “Praktikum terasa sulit dijangkau dan dipahami karena video pembelajaran jarak jauh hanya bisa diakses sekali saja. Padahal kami yang berada di semester akhir perlu mengulang video bahan ajar untuk bisa memahami materi yang disampaikan,” kata Clara Ingkarista, Mahasiswa STIKSAM.

Melalui aplikasi yang diciptakan untuk pembelajaran dari hulu ke hilir tersebut, mahasiswa dapat mengakses video pembelajaran, latihan soal, jurnal, penyediaan narasumber untuk workshop, hibah penelitian, hingga informasi magang dan lowongan kerja.

“Kerjasama ini diharapkan mampu meningkatkan softskill mahasiswa kami dan membuka peluang kolaborasi dengan kampus lain yang telah tergabung dengan Obat Apps, serta dapat menjadi jembatan antara dosen dengan mahasiswa dengan cara melibatkan mahasiswa dalam program hibah penelitian,” kata Sutomo menutup pembicaraan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)