Omzet Kimia Farma Health & Beauty Cibubur Bidik Rp700 Juta

Pembukaan Kimia Farma Health & Beauty di Trans Studio Cibubur

PT Kimia Farma (Persero) Tbk ingin memudahkan masyarakat untuk memperoleh produk healthcare di bidang lifestyle yang berkualitas. Apabila selama ini sebagian besar masyarakat mengenal outlet Kimia Farma sebagai apotek yang menyediakan produk dan layanan kesehatan, kini hadir dengan konsep ritel kecantikan dan kesehatan bernama Kimia Farma Health & Beauty.

Pada pembukaan gerai Kimia Farma Health & Beauty kedua di Trans Studio Cibubur, Direktur Utama PT Kimia Farma (Persero) Tbk, Verdi Budidarmo, (28/09/2019), mengatakan, ritel kecantikan dan kesehatan Kimia Farma Health & Beauty ini merupakan wujud komitmen BUMN ini untuk mengajak seluruh masyarakat Indonesia agar senantiasa berpenampilan cantik dan tetap sehat, melalui produk-produk yang bukan saja dari Kimia Farma, tapi juga beraneka macam produk suplemen makanan, kecantikan dan perawatan merek lain.

Sebelumnya Kimia Farma telah membuka gerai yang sama di Tunjungan Plaza Mall Surabaya. Verdi melihat  ritel yang mengkhususkan diri menyediakan berbagai produk gaya hidup ini t mengutamakan customer experience, dengan hanya menyediakan pembayaran secara digital seperti dengan LinkAja, Ovo, Go-pay, dan berbagai pembayaran digital lain.

“Kami menargetkan setiap tahun bisa membuka 10 gerai seperti ini di berbagai kota di Indonesia dengan investasi per gerai rata-rata Rp 1 miliar. Kimia Farma sendiri menyediakan capex Rp 4,2 triliun, sekitar RP 50-100 miliar kami siapkan untuk pengembangan Kimia Farma Health and Beauty,” ungkapnya.

Makin seriusnya Kimia Farma menggarap ritel khusus di
suplemen makanan dan kecantikan ini menurut Verdi melihat potensi pasar di
segmen ini sangat menjanjikan. “Pasar farmasi nilainya rata-rata per tahun Rp
140 triliun secara nasional, pasar suplemen makanan itu sekitar Rp 4,5 triliun nilainya,
 sedangkan kosmetik pada 2020-2021 bisa
mencapai Rp 80-90 triliun nilainya dengan pertumbuhan 30%,” terangnya.

Ia yakin akan potensi besar pasar ini, apalagi melihat hasil kinerja gerai pertamanya di Surabaya yang bisa meraup penjualan per bulan Rp 400-500 juta, padahal baru hitungan bulan dibuka. “Saya yakin juga gerai di Cibubur ini bisa mencapai kinerja lebih tinggi sekitar Rp 600-700 juta, mengingat posisinya di sekitar perubahan kelas menengah dan Trans Studio sedang dibangun juga apartemen,” katanya.

Verdy menyebut Kimia Farma sudah terbukti berhasil mengelola Kimia Farma Apotek dengan jaringan 1.261 apotek di seluruh Indonesia. Kesuksesan ini diklaim akan menjadi pengantar kesuksesan Kimia Farma dalam mengembangan gerai-gerai health and beauty-nya.

“Kontribusi health and beauty pada grup saat ini memang masih kecil, tapi dengan pertumbuhan 30% per tahun, kami melihat pertumbuhan ini sebagai pasar yang menjanjikan ke depan. Saat ini tiap gerai health and beauty kami tersedia 3000-4000 SKU, yang tentu akan terus ditingkatkan ke depan,” terangnya. Untuk diketahui hingga Agustus tahun ini Kimia Farma Group berhasil mencetak pendapatan Rp 6,1 triliun, diharapkan pada akhir tahun akan mencapai Rp 11,5 triliun.

“Ecommerce memang tumbuh pesat saat ini, tapi kami
percaya, ongkos kirim hingga ke lokasi yang masih tinggi menjadi tantangan ecommerce
saat ini. Maka itu dengan dikembangkannya gerai ini, dapat mendukung penjualan
online produk kami di ecommerce, agar bisa dikirim dari gerai terdekat dengan
pelanggan,” jelasnya.

Kimia Farma Health & Beauty hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat khususnya kalangan milenial dan profesional yang bergaya hidup aktif, dinamis, dan serba praktis. Dengan desain dan nuansa industrial look, outlet ini menyajikan produk-produk kosmetik, skin care, personal care, hair care, dan suplemen kesehatan yang lebih variatif.

Grand Opening Store Kimia Farma Health & Beauty
dimeriahkan oleh beberapa rangkaian acara, di antaranya Complete Me Challenge
Games, Voucher Puluhan Juta Rupiah, Promo Buy 2 free 1, Buy 1 free 1, diskon up
to 70%, serta akan ada special guest dari beauty influencer yaitu Abel Cantika,
Astri Tyas, Vietyana Chloe, dan Rana Nuraini. “Kami akan membuka gerai ketiga
health and beauty ini di Bali tepatnya pada Oktober di Nusa Dua Bali,” imbuhnya.

Verdy mengatakan, customer dimudahkan pembayaran penggunakan digital payment gateway dan digital price tag label bisa makin meyakinkan pelanggan,  harga produk secara paperless, sehingga akan lebih rapih dalam pengelolaan promo dan harga terkini. Selain itu juga ada Mediv Screen dimana mediv screen merupakan inovasi baru dari Kimia Farma suatu platform untuk customer dapat melakukan pemesanan online untuk alat kesehatan yang akan dikirim langsung ke rumah.

Kimia Farma  siap menghadapi era industri 4.0 dengan telah diterapkannya sistem POS yang online menghubungkan 1261 KFA kami di seluruh Indonesia. Sistem ini mampu mengintegrasikan semua apotek, klinik, lab klinik KF menggunakan platform yang dibangun sendiri yaitu “7 Solution” yang akan menjadi omni channel bagi digital health care, sistem ini akan dan terus dikembangkan.

Perseroan juga serius menggarap pasar produk kecantikan ini untuk ekspor. Khusus produk kosmetik sudah ekspor ke Arab sejak tahun lalu, setelah Triwulan I/2018 mengakuisisi perusahaan di sana yang memiliki 34 gerai di 3 kota di Arab Saudi. Setelah ini juga akan dikembangkan pasar ke UEA dan Afrika.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)