Optimisme Konsumen April 2020 Melemah Cukup Dalam

Optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi pada April 2020 melemah cukup dalam dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) mencatat, keyakinan konsumen berada dalam zona pesimis atau indeks di bawah 100.

Hal itu tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada April 2020 yang sebesar 84,8 atau turun dari bulan sebelumnya yang sebesar 113,8. Penurunan IKK disebabkan oleh penurunan kedua indeks pembentuknya, terutama Indeks Kondisi Ekonomi Saat ini (IKE) yang turun ke level 62,8 dari sebelumnya 103,3.

"Melemahnya optimisme konsumen terutama disebabkan oleh menurunnya persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini, dengan penurunan terdalam pada indeks penghasilan saat ini dan ketersediaan lapangan kerja," ujar Onny Widjarnako, Kepala Humas BI dalam keterangan resmi di Jakarta (06/05/2020).

Melemahnya IKE ditengarai akibat kondisi darurat bencana nasional sebagai dampak penyebaran Covid-19. Penurunan indeks terdalam terjadi pada Indeks Penghasilan Saat Ini yang menjadi 63,5. Hal ini terutama disebabkan oleh pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang berdampak pada penurunan penghasilan baik yang bersifat rutin seperti gaji dan honor, maupun omset usaha.

Penurunan indeks terjadi pada seluruh kategori pengeluaran, terutama pada kelompok responden dengan tingkat pengeluaran Rp 2,1 - Rp 3 juta per bulan dan pada seluruh kategori usia responden, terdalam pada usia 20 - 30 tahun.

Penurunan optimisme konsumen terhadap penghasilan seiring dengan keyakinan konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja saat ini yang semakin menurun. Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja turun menjadi 41,2. Hal tersebut disebabkan banyaknya pengurangan tenaga kerja yang dilakukan perusahaan akibat pandemi Covid-19.

"Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan, per 20 April 2020 jumlah tenaga kerja yang dirumahkan dan terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) telah mencapai 2,08 juta pekerja," jelasnya.

Penurunan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja terjadi pada seluruh kategori pendidikan dan responden. Terdalam, pada responden dengan pendidikan pasca sarjana dan berusia 41- 50 tahun.

Keyakinan konsumen untuk melakuan pembelian barang tahan lama (durable goods) pada April 2020 juga mengalami penurunan. Indeks Pembelian Durable Goods tercatat turun menjadi 83,7 pada April 2020.

Penurunan pembelian durable goods, menurut responden, terutama terjadi pada jenis barang elektronik, furnitur, dan perabot rumah tangga. Penurunannya terjadi di selruuh kategori tingkat pengeluaran dan kategori usia. Terutama pada responden pengeluaran Rp 1 - Rp 2 juta dan responden berusia 41 - 50 tahun.

Sementara itu, konsumen masih cukup optimistis terhadap perkiraan kondisi ekonomi 6 bulan ke depan meskipun tidak sekuat perkiraan bulan sebelumnya. Ini terlihat dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) April 2020 sebesar 106,8 melemah dari 124,3 di bulan sebelumnya.

"Optimisme konsumen tersebut didukung perkiraan telah meredanya pandemi Covid-19 pada 6 bulan ke depan sehingga kondisi ekonomi bisa mulai pulih," kata nya.

Menurunnya ekspektasi terhadap kondisi ekonomi ke depan disebabkan oleh penurunan seluruh komponen indeks, terutama Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha 6 bulan mendatang.

Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha dalam 6 bulan ke depan melemah dari 126,2 pada bulan sebelumnya menjadi 102,3 pada April 2020. Penurunan indeks terjadi pada seluruh kelompok pengeluaran responden, terdalam pada responden dengan tingkat pengeluaran Rp 3,1 - Rp 4 juta per bulan. Dari kategori usia, penurunan terdalam pada responden berusia di atas 60 tahun.

Ekspektasi responden terhadap kenaikan penghasilan 6 bulan mendatang juga melemah. Hal ini erlihat dari Indeks Ekspektasi Penghasilan yang menurun dari 138,2 pada bulan sebelumnya menjadi 116,1. Penurunan indeks terdalam terjadi pada responden dengan tingkat pengeluaran Rp 2,1 - Rp 3 juta per bulan. Berdasarkan kategori usia responden, penurunan ekspektasi terhadap penghasilan ke depan terjadi pada responden berusia di bawah 60 tahun.

Selain itu, ekspektasi responden terhadap tersedianya lapangan kerja pada 6 bulan mendatang juga terpantau melemah. Hal ini terlihat dari Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja yang turun dari 108,4 menjadi 102,1 pada April 2020.

Penurunan indeks terjadi pada seluruh kelompok pendidikan, dan yang terdalam pada responden dengan tingkat pendidikan pasca sarjana. Sementara dari sisi usia, penurunan indeks terjadi pada responden berusia 20 - 50 tahun.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)