Optimisme Toyota di Tengah Ketatnya Pasar Otomotif

Executive General Manager PT Toyota-Astra Motor, Fransiscus Soerjopranoto.

Sepanjang tahun 2018, strategi bisnis Toyota masih berjalan baik. Upaya ini dilakukan untuk menyiasati kondisi bisnis otomotif yang masih lesu.

Kinerja penjualan wholesales (dari TAM ke dealer) pada Januari-Juni 2018 tercatat lebih dari 161 ribu unit. Hal itu salah satunya didorong oleh sejumlah produk baru seperti New Rush dan All New C-HR yang mendapat respons positif.

Menurut Executive General Manager PT Toyota-Astra Motor, Fransiscus Soerjopranoto, untuk menyiasati kondisi pasar otomotif pada tahun ini, Toyota semakin fokus pada infrastruktur dan upaya peningkatan layanan kepada pelanggan. “Beyond Service hadir sebagai perwujudan komitmen guna memberikan Toyota Best Ownership Experience dan ‘peace of mind’ kepada pelanggan. Toyota menghadirkan 322 outlet resmi yang terbesar di seluruh wilayah di Indonesia, meliputi tingkat kabupaten,” ungkapnya.

Tantangan yang dihadapi Toyota dalam mengelola perusahaan antara lain kompetisi yang semakin ketat di tengah pasar yang semakin dinamis dan kebutuhan konsumen yang kian beragam. Selain itu, ekspektasi pelanggan terhadap produk, teknologi, dan layanan penjualan maupun purna jual juga semakin meningkat dari waktu ke waktu. “Demand dan kebutuhan pelanggan semakin beragam, dan kompetisi pun semakin ketat, sehingga Toyota terpacu untuk selalu melakukan perbaikan berkelanjutan,” ujar Fransiscus.

Kini, Toyota menciptakan kebutuhan terhadap produk yang berubah, dari yang awalnya fungsionalitas, beralih ke kombinasi antara fungsi dan urban lifestyle. Hal ini dipengaruhi dari tumbuhnya tren permintaan pelanggan terhadap dress-up product. “Pelanggan ingin kendaraan yang bisa melakukan seluruh aktivitas, baik serius maupun santai dan stylish. Toyota diharapkan mampu memenuhi kebutuhan di Indonesia. Untuk menjawab tantangan tersebut, kami hadir dengan semangat Toyota Let’s Go Beyond, dengan menghadirkan Beyond Product, Beyond Technology, dan Beyond Service,”ungkapnya.

Sejak Agustus 2015 hingga pertengahan tahun 2018 ini, Toyota telah meluncurkan sejumlah produk dalam semangat Let’s Go Beyond antara lain Grand New Avanza & Veloz, All New Hilux, Alphard Hybrid, All New Kijang Innova, All New Fortuner, Rush TRD Sportivo Ultimo & Rush TRD Sportivo 7, Venturer, New Corolla Altis, New AGYA, Voxy, Fortuner TRD, All New Rush, New Yaris, New Vios, dan All New CHR.

Menghadapi persaingan bisnis di sektor ini, Toyota  melakukan studi terhadap semua produk Toyota di semua segmennya. Peluncuran model baru maupun model improvement juga dilakukan setelah melakukan riset dan setelah itu menerima masukan dari konsumen terhadap kebutuhan pasar. “Berbicara mengenai kompetisi yang semakin ketat, kami selalu melihatnya sebagai suatu hal yang positif. Kompetisi menunjukkan bahwa market bergerak dinamis dan terus mengalami pertumbuhan dan sebuah tantangan untuk terus melakukan perbaikan demi memenuhi kebutuhan pelanggan,” jelasnya.

Strategi bisnis yang dilakukan untuk berkembang dan menjadi market leader,  dengan strategi beyond yang dilandasi oleh tiga pilar yaitu beyond product, beyond technology, dan beyond service. Dalam mempertahankan dominasi di industri otomotif nasional, Toyota akan terus menghadirkan lebih banyak produk, teknologi yang fun & exciting, serta layanan purna jual yang prima, melebihi ekspektasi pelanggan. “Kami juga akan terus melakukan Kaizen (continous improvement) serta inovasi-inovasi yang bertujuan untuk memberikan kepuasan bagi pelanggan dan memenuhi kebutuhan pasar yang semakin beragam dan dinamis,” ujarnya.

Harapannya, kinerja Toyota dan pasar otomotif nasional pada umumnya dapat membaik pada tahun ini. Toyota menargetkan untuk dapat mempertahankan posisi sebagai market leader dengan market shares di atas 31%. “Kami bersyukur, hingga saat ini Toyota masih menjadi pilihan utama di tengah kelesuan ekonomi dan semakin ketatnya kompetisi di pasar otomotif. Kami sadar bahwa potensi pasar Indonesia ke depannya masih menarik bagi para pemain otomotif,” ujar Fransiscus menutup penjelasannya.

Reportase: Anastasia Anggoro Suksmono

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)