Ovo Jadi Mitra Resmi Kartu Prakerja

Platform pembayaran digital Ovo, menjadi mitra resmi uang elektronik dari program Kartu Prakerja. Program ini diluncurkan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kompetensi kerja, produktivitas, dan daya saing serta mengembangkan jaring pengaman sosial selama pandemi COVID-19.

Presiden Direktur Ovo, Karaniya Dharmasaputra, menuturkan, engineer-engineer Ovo dikerahkan untuk ikut membangun sistem Kartu Prakerja, bekerja langsung di bawah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebagai penanggung jawab program. Ada 5 orang engineer Ovo dan 2 orang desainer UI/UX Bareksa yang dikerahkan untuk ikut membangun sistem Kartu Prakerja.

“Mereka bekerja bahu-membahu bersama engineer lain untuk memungkinkan peserta program mengakses, melakukan registrasi dan menerima dana bantuan secara online. Hal yang sangat penting di mana masyarakat saat ini beraktivitas di rumah masing-masing," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima SWA Online.

Karaniya melanjutkan, Ovo mendapat amanat untuk menyalurkan dana insentif senilai Rp 600.000 setiap bulan ke akun uang elektronik para peserta yang telah menyelesaikan pelatihan dalam program ini. Dana ini akan ditransfer dalam beberapa tahap selama 4 bulan. Peserta juga akan memperoleh bantuan pelatihan senilai Rp 1 juta untuk digunakan di Platform Digital Mitra. 

Karaniya pun optimistis, Kartu Prakerja dapat berkontribusi secara signifikan dalam mengurangi tingkat pengangguran muda, yang jumlahnya sekitar 3,7 juta jiwa. Selain itu, dapat membantu mereka meningkatkan kemampuan, pengetahuan, serta kompetensi agar sesuai dengan kebutuhan  pasar saat ini, khususnya setelah pandemi COVID-19 bisa diatasi. 

"Kami mengapresiasi langkah progresif pemerintah yang telah melibatkan industri keuangan elektronik sebagai pilar penting dalam program Kartu Prakerja. Memanfaatkan kapasitas dan jangkauan teknologi digital menjadi kunci penting bagi terciptanya kesetaraan akses bagi seluruh calon peserta di pelosok Indonesia, termasuk mereka yang belum memiliki rekening bank," tuturnya.

Selain Ovo, pemerintah juga menggandeng bank milik negara, BNI dan 8 mitra resmi lainnya untuk platform digital seperti, Tokopedia dan Ruangguru.

Sebelumnya, Ovo telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari pada 20 Maret 2020 lalu. Hadir pada acara itu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dan Kepala Staf Presiden, Moeldoko. Nota kesepahaman ditandatangani bersamaan dengan peluncuran situs resmi Kartu Prakerja (prakerja.go.id). 

Kartu Prakerja diprioritaskan bagi para pencari kerja dan pekerja serta pelaku usaha mikro dan kecil, dengan tujuan menekan angka pengangguran di Indonesia, terlebih di situasi sulit saat ini akibat pandemi COVID-19.

Melalui program Kartu Prakerja, peserta dapat mengikuti berbagai pelatihan yang dipersyaratkan industri yang ada dalam layanan Sistem Informasi Ketenagakerjaan (Sisnaker). Dengan program Kartu Prakerja, peserta dapat memperoleh kemampuan baru untuk masuk di dunia kerja namun tetap menerapkan physical distancing lewat belajar online. 

Adapun syarat untuk menjadi peserta Kartu Prakerja adalah: Warga Negara Indonesia yang berusia minimal 18 tahun dan tidak sedang mengikuti pendidikan formal, merupakan pekerja, pencari kerja maupun pegiat usaha mikro dan kecil. Calon peserta perlu menginput data dan mengikuti seleksi online. Pendaftaran peserta Kartu Prakerja bisa dilakukan secara online di laman http://prakerja.go.id/. 

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)