Oxygen Fokus Garap Segmen Korporasi

Oxygen.id, brand grup PT Mora Telematika Indonesia (Moratelindo) yang diluncurkan pada 2014 fokus untuk melayani kebutuhan internet bagi segmen korporasi (bisnis).

“Target market adalah para pelaku bisnis baik yang berskala kecil, menengah hingga besar yang membutuhkan koneksi internet, seperti online shopping, restaurant/café, sekolah dan universitas, rumah sakit, hotel, perusahaan media para pelaku bisnis di industri lainnya. Saat ini jumlah pelanggan corporate kami mencapai sekitar 3.500 pelanggan,” ujar Yopie Widjaja, Vice President Director PT Mora Telematika Indonesia.

Menurut Yopie, Oxygen menyediakan layanan internet broadband (up to) dan Dedicated (1:1) dengan kecepatan dari 25 Mbps hingga 1 Gbps, data center, Cloud Hosting Service, Virtual Private Server (VPS), dan Cloud Video Conference. Seiring dengan tingginya permintaan pasar di segmen residensial, pada Februari 217, Oxygen memperluas segmentasi market dengan menghadirkan layanan internet dan IPTV untuk segmen residensial dengan brand Oxygen.id Home. Layanan ini berupa internet broadband dengan kecepatan mulai dari 15 Mbps hingga 100 Mbps, dan IPTV di 51 saluran internasional dan lokal dengan kualitas HD dan SD.

Untuk menunjang kestabilan kecepatan, Oxygen telah membangun jaringan Backbone Intenational dan Domestik sendiri, dan tidak bergantung pada jaringan milik pihak ketiga. Perusahaan sudah menaikkan kapasitas Backbone International dan Inner Jakarta menjadi 1,4 tera. Untuk menjamin SLA, telah dibangun jaringan Backbone ultimate Jawa dan Bali, selian itu pengembangan jaringan Backbone Sumatera termasuk jaringan submarine Jambi-Batam, Moratelindo International Cable System One (MIC1) dan jaringan sistem komunikasi kabel laut Jakarta–Bangka–Batam–Singapura (SKKL B3JS).

“Tahun ini kami akan fokus pada pengembangan jaringan baik untuk segmentasi corporate maupun residensial,” tambahnya. Pertumbuhan saat ini sekitar 30 persen. Diharapkan dengana danya pengembangan jaringan baru, jika setara dengan jaringan yang ada saat ini, pertumbuhannya dapat meningkat hingga 50 persen. Selain itu harus diimbangi dengan inovasi produk dan kegiatan marketing baik above the line seperti Google Ads dan radio, lalu below the line melalui pameran, canvasing, dan lain-lain.

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)