P2TIM Petrotekno Melatih Pemuda Papua Siap Kerja

Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas (P2TIM) Teluk Bintuni dioperasikan oleh Petrotekno Technical School yang merupakan operator industri teknik dan migas. Petrotekno telah membuka peluang pemuda-pemuda Indonesia untuk meningkatkan skill sehingga lebih mudah mendapatkan pekerjaan. Selama masa pendidikan, P2TIM mendidik ratusan siswa untuk menjadi pekerja andal. Program besutan pemerintah daerah itu telah mencetak ratusan pemuda piawai dalam bidang industri migas yang diincar perusahaan mancanegara.

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan percaya pelatihan yang diberikan Petrotekno dapat menjawab kebutuhan tenaga kerja yang variatif dari berbagai industri mulai dari perikanan hingga pariwisata. “Dengan sertifikasi profesi nasional yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan sertifikasi Internasional yang dikeluarkan oleh Engineering Construction Industry Training Board (ECITB) yang berbasis di Inggris, para tenaga kerja yang dihasilkan Petrotekno sudah siap bekerja,” jelasnya.

Sertifikasi profesi yang menjadi bukti kompetensi para pesertanya merupakan jaminan akan kebutuhan dunia industri bukan hanya untuk Papua Barat dan Papua, namun secara nasional juga berguna.

Salah satu pemuda yang beruntung itu adalah Yanuarius. Sebagai pemuda asal Papua, dia senang mendapat kesempatan bekerja di Jakarta setelah mengantongi sertifikat pendidikan di P2TIM. Dia mengantongi sertifikasi The Engineering Construction Industry Training Board (ECITB) dan Offshore Petroleum Industry Training Organization (OPITO). “Saya punya sertifikat itu ECITB sama Opito. Itu biasa dikirim ke proyek jalan tol, bongkar alat, bongkar crane. Terus ke sini untuk membuat rekzert angkat girder,” jelasnya.

Selama bekerja di Jakarta, Yanuarius kerap terjun dalam proyek-proyek pembangunan besar seperti proyek jalan tol dan proyek pembangunan lainnya. Namun, Yanuarius bukan sembarang juru ikat. Ia merupakan anak muda yang memiliki kemampuan setara pekerja internasional.

Untuk itu, kelak dia bertekad membangun Papua setelah pulang kampung karena telah mendapat banyak pengalaman bekerja di Jakarta atau Pulau Jawa. “Kami anak-anak Papua yang ada di sini cuma ingin balik ke Tangguh di migas, Papua untuk membuktikan kepada teman-teman semua, atau masyarakat Teluk Bintuni, kami juga bisa maju,” papar Yanuarius.

Ia menyebut Tangguh, salah satu perusahaan minyak yang bercokol di Papua, sebagai salah satu tujuannya. Ia merasa kompeten dan mampu untuk membangun Papua dengan berkecimpung di perusahaan tersebut. Namun, kesempatan tak kunjung datang. “Anak Papua yang ada di Jakarta sini maupun yang di Papua, membuktikan sama pemerintah kita anak Papua juga bisa bekerja di migas. Mulai dari rigger, welder, pipefitter, elektrikal karena kita punya sertifikat,” ujarnya.

Visi Petrotekno adalah deliver training nasional, membangun anak bangsa. “Petrotekno adalah satu-satunya yang mampu men-deliver course internasional dan satu-satunya yang mampu memberikan sertifikasi internasional, seperti salah satunya dalam bidang rigging yakni Opito,” papar Yulius, Training Center Director Petrotekno .

Hingga kini, Petrotekno telah mendidik ribuan anak bangsa sebagai lulusan berkompetensi internasional. Terdapat lebih dari 3.000 lulusan di bidang umum dan sejumlah perusahaan nasional maupun mancanegara yang menjadi kliennya. Beberapa perusahaan raksasa seperti Medco, British Petroteknoleum, Donggi Senoro, dan Total menjadi tempat lulusan Petrotekno berlabuh.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)