Pasar Berjangka Komoditi Berpotensi Tumbuh

Kelapa sawit adalah salah satu barang komoditas andalan Indonesia. (Ilustrasi Foto : Istimewa).

PT Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange/JFX) memproyeksikan pasar berjangka komoditi nasional berpotensi tumbuh di masa mendatang. Proyeksi ini dilandasi masih rendahnya volume transaksi pasar berjangka komoditi dan posisi Indonesia sebagai produsen barang-barang komoditas global, seperti kelapa sawit, batu bara, emas atau nikel. Hal ini disampaikan Tumpal Sihombing, Sekretaris Perusahaan JFX di Jakarta, Senin (16/4/2018). “Pencapaian volume transaksi tertinggi di JFX terjadi di tahun 2011 yang sebanyak 7,6 juta kontrak. Dibandingkan pencapaian volume transaksi pada skala global dan regional, potensi pengembangan pasar di Indonesia sebenarnya masih sangat besar,” ujar Tumpal. Ia menyebutkan, potensi pertumbuhan itu terbuka lebar karena Indonesia selaku produsen dominan di sejumlah barang komoditas global dapat dijadikan sebagai aset dasar (underlying asset) suatu kontrak berjangka. “Jika potensi ini tidak segera digarap, maka peluang ekonomis yang terlewatkan (opportunity cost) akan sangat besar,” tambah Tumpal. Perdagangan berjangka global pada 2005 telah berhasil mencapai volume transaksi sebesar 9,9 miliar kontrak. Dinamika volume perdagangan berjangka global tersebut berkontribusi bagi perputaran moneter dalam sistem keuangan global di tahun 2005 senilai US$ 1,5 triliun per hari. Tahun 2017, perdagangan berjangka global mencapai volume tahunan sebesar 14,8 miliar kontrak. “Dari data tersebut, potensi industri pasar berjangka komoditi global maupun domestik masih besar. Ini menggambarkan massifnya nilai opportunity cost domestik,” jelas Tumpal. Adapun, CTFC (Commodity Futures Trading Commission), lembaga yang menata pasar futures dan options di Amerika Serikat, mengindikasikan potensi tingginya volume transaksi dalam industri futures (perdagangan berjangka komoditi di saat ini. Total volume kontrak berjangka (futures) yang ditransaksikan secara global di tahun 2017 adalah 14,8 miliar kontrak. Pada periode yang sama, total volume kontrak berjangka di Asia mencapai volume 5,5 miliar kontrak.   www.swa.co.id      

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)