Pegadaian Bidik Laba Rp 2,7 triliun di Akhir Tahun 2018 Ini

Direktur Utama PT Pegadaian, Sunarso (Foto: Anastasia/SWA).

PT Pegadaian (Persero) mencatatkan laba bersih pada kuartal III tahun 2018 ini sebesar Rp1,84 triliun atau naik 12% (yoy) dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,644 triliun. Kenaikan ini ditopang oleh pendapatan sebesar Rp 7,540 triliun. Sedangkan untuk beban usaha tercatat sebesar Rp 5,018 triliun.

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Sunarso menjelaskan, posisi outstanding loan hingga September 2018 mencapai Rp 39,684 triliun, sedangkan  periode yang sama 2017 sebesar Rp 36,360 triliun. "Keuangan kami cukup likuid dan makin efisien. Pegadaian masih akan terus fokus di sektor mikro, hampir 90% nasabah kami di sektor itu. Pegadaian harus terus meningkatkan social value dari BUMN."

Sementara itu, perseroan mencatatkan penurunan Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah sebanyak 1,8%. sedangkan Return on Equity (ROE) dan Return on Assets (ROA) mengalami kenaikan masing-masing sebesar 13,8% dan 5,1%. Untuk laba, perseroan menargetkan akan mengumpulkan sebanyak Rp2,7 triliun sampai akhir tahun ini.

“Saat ini nasabah kita sudah 11 juta lebih. Tahun kemarin kita menargetkan penambahan nasabah sebanyak 2,5 juta orang dari 9,5 juta orang. Saya optimis di akhir tahun target total nasabah sebanyak 11,5 juta orang akan tercapai,” ujarnya.

Hingga akhir tahun ini Pegadaian menargetkan bisa memiliki sebanyak 8.044 agen diseluruh Indonesia, yang terdiri dari 3.000 agen gadai, 6.000 agen pemasaran, dan 2.044 sales force. Saat ini tercatat, sampai akhir Agustus 2018, jumlah agen yang sudah bergabung sebanyak 6.003 agen diseluruh Indonesia. Jumlah agen saat ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 1,45 %.

Lebih jauh, untuk terus melakukan transformasi bisnis, Pegadaian resmi membuka The Gade Coffee & Gold di kantor pusat Pegadaian, Jakarta. Gerai ini merupakan gerai yang ke-19 dari total target sebanyak 36 kafe.

“The Gade Coffee & Gold merupakan cara kami dalam melakukan transformasi bisnis di level operasional. Image kami perlu diperbaiki melalui penampilan kantor. Kesan selama ini pegadaian itu nasabahnya adalah orang-orang zaman dahulu. Padahal 68% nasabah kita adalah millenial. Lewat sini nantinya kita bisa sosialisasikan kepada anak muda, bahwa pegadaian bukan hanya tempat meminjam uang, tapi juga tempat berinvestasi emas” ujar Sunarso.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)