Pegadaian Gandeng Ovo Layani Transaksi Terintegrasi

Ovo bermitra dengan PT Pegadaian (Persero) untuk memperluas layanan transaksi. Sinergi ini berpotensi membawa lebih dari 13,4 juta nasabah Pegadaian ke dalam ekosistem keuangan digital yang terintegrasi, aman, dan mudah digunakan. Penandatanganan nota kesepahaman antara PT Pegadaian (Persero) dan Ovo (PT Visionet Internasional) berlangsung di Jakarta, (8/1/2020).

Dengan kerja sama ini, maka nasabah Pegadaian melakukan transaksi keuangan melalui Ovo seperti pembayaran, top-up, serta pencairan (disbursement). Sinergi juga akan meliputi program pendaftaran, registrasi, dan upgrade Ovo sesuai dengan penerapan prinsip-prinsip KYC (know-your-customer). Kedua belah pihak terbuka untuk menggali potensi kerjasama dan sinergi lainnya untuk semakin meningkatkan layanan bagi nasabah keduanya.

“Kesepakatan ini akan semakin meniadakan kesenjangan layanan keuangan berbasis teknologi bagi pengguna, bahkan yang tinggal di wilayah pelosok. Nasabah Pegadaian dan pengguna Ovo dapat memperoleh pengalaman bertransaksi secara non tunai dengan lebih aman, nyaman dan mudah,” ujar Presiden Direktur Ovo, Karaniya Dharmasaputra.

Karaniya melanjutkan, sebagai upaya demokratisasi layanan keuangan digital, Ovo secara khusus merangkul masyarakat yang belum tersentuh kemudahan layanan keuangan modern ke dalam ekosistem ekonomi digital, saat ini 28% pengguna Ovo termasuk kategori underbanked.

"Strategi ekosistem terbuka yang dilakukan oleh Ovo, secara signifikan mampu memperluas adopsi serta pertumbuhan jumlah merchant, khususnya pengusaha mikro, kecil dan menengah yang sebelumnya tidak tersentuh layanan keuangan modern. Hal ini selaras dengan layanan keuangan Pegadaian dengan fokus pada segmen nasabah yang sama,” tambahnya.

Kuswiyoto, Direktur Utama Pegadaian, mengatakan, kerjasama ini adalah wujud komitmen Pegadaian untuk terus berinovasi. Tanggap akan pentingnya inovasi dan peningkatan layanan, Pegadaian secara aktif menggerakkan 1.804 tenaga pemasar serta 9.623 agen yang membawa layanan lebih dekat pada nasabah.

“Kerja sama dengan Ovo akan meningkatkan akses nasabah Pegadaian ke dalam ekosistem keuangan digital nasional yang terus berkembang. Pegadaian perlu memastikan pemerataan akses terhadap sistem pembayaran modern yang terintegrasi, aman dan nyaman, serta akuntabel. Kerjasama ini mengedukasi lebih banyak masyarakat untuk bertransaksi non-tunai. Kolaborasi ini kunci bagi pelaku industri keuangan seperti kami untuk terus bertumbuh bersama,” ujar Kuswiyoto.

Ia menambahkan, Pegadaian ingin menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan, sebagai BUMN dengan dividen terbesar ke-tujuh (2018) di angka Rp1,3 triliun dan laba bersih di tahun yang sama senilai Rp2,7 triliun,

Berdasarkan data terakhir, Ovo memproses 1 miliar transaksi dalam satu tahun secara real time, dengan peningkatan jumlah transaksi lebih dari 70% di tahun 2019. Di tahun 2019, Ovo mencatat pertumbuhan jumlah nilai transaksi sejumlah 55% dan peningkatan jumlah pengguna aktif bulanan sebesar lebih dari 40%.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)