Pegadaian Konversi 78 Outlet Konvesional ke Syariah

Sukses mensosialisasikan program literasi keuangan berbasis syariah, PT Pegadaian (Persero) secara resmi melakukan program konversi outlet konvesionalnya ke Pegadaian Syariah di seluruh Pulau Madura. Konversi ini dilakukan pada 87 unit di Madura dan nantinya pelayanan Pegadaian di sana tidak ada lagi yang konvesional.

Direktur Utama PT Pegadaian, Sunarso, mengungkapkan, riset yang dilakukan timnya bahwa motif nasabah ke Pegadaian untuk memperoleh benefit. “Sedangkan di Madura seimbang antara motif benefit dan motif syar’i. Selain itu, dari sisi religius hampir semua (99,4%) penduduk Madura beragama Islam,” tegas Sunarso. Hal ini juga diperoleh dari hasil aspirasi gadai syariah hasil kunjungannya bersama Ketua MUI, Ma’ruf Amin ke pesantren Jawa Timur dan Madura.

Ketua MUI, Ma'ruf Amin menyambut baik konversi ke Pegadaian Syariah ini. “Semoga ke depan masyarakat makin paham dengan keberadaan Pegadaian Syariah, yang bisa dijadikan sumber pembiayaan, menggantikan pembiayaan konvensional,” ujarnya. Sebagai negara dengan mayoritas Muslim, menurut Ma’ruf Amin, Indonesia sangat ketinggalan dalam penyerapan dana dari keuangan syariah. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkat lebih besar lagi.

Dalam kesempatan ini, Pegadaian Syariah juga menyerahkan sertifikat Rahn Hasan kepada 250 nasabah. Rahn Hasan merupakan bentuk syariah dari Gadai Prima konvensional. Keduanya menawarkan pinjaman dengan nominal mulai dari Rp50 ribu hingga Rp500 ribu dengan tenor selama dua bulan dan bisa diperpenjang. “Rahn Hasan adalah produk Pegadaian tanpa biaya pemeliharaan (mu'nah) yang bisa menjangkau mahasiswa dan masyarakat menengah ke bawah yang selama ini belum tersentuh layanan perbankan,” jelas Sunarso.

Total aset keuangan syariah Indonesia (tidak termasuk saham syariah) saat ini telah mencapai  Rp1.133,23 triliun atau tumbuh 27%. Lebih tinggi dari pertumbuhan industri  keuangan konvensional. Melalui produk baru ini diharapkan dapat membantu mereka dan juga meningkatkan rasio inklusi keuangan di Indonesia. Sementara itu potensi industri halal dan keuangan syariah global  diprediksi tembus US$ 6,38 triliun di 2021. Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia memiliki potensi menjadi negara dengan kekuatan ekonomi yang besar.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)