Pegadaian Targetkan Pendapatan 2018 Naik 19%

Usianya yang semakin matang dibuktikan oleh PT Pegadaian (Persero) untuk melakukan transformasi digital melalui strategi G-5Star Generation. Ke depannya, perseroan ingin menjadi perusahaan keuangan yang menawarkan berbagai jasa pelayanan dan melantai di bursa. 

Maka dari itu, Pegadaian meluncurkan Pegadaian Digital Service (PDS) yang diharapkan dapat memperbesar target pasarnya. Layanan digital ini mempermudah nasabah untuk mendapatkan informasi produk dan menjaring generasi milenial. “Nantinya nasabah Pegadaian cukup meluangkan beberapa menit saja untuk mengisi informasi di PDS dan mereka bisa melakukan pengajuan gadai atau pengajuan kredit mikro, sesuai dengan kebutuhan nasabah,“ ujar Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Sunarso.

Selain itu, PDS melayani nasabah yang ingin membuka tabungan emas, membayar angsuran, melakukan top-up tabungan emas, hingga melayani masyarakat yang ingin bergabung menjadi agen Pegadaian. Diharapkan kehadirannya menguatkan minat generasi milenial untuk bisa lebih dekat dengan produk-produk Pegadaian.

Sunarso juga menjelaskan bahwa tahun ini perseroan menargetkan 11,5 juta nasabah dan OSL sebesar Rp45,4 triliun. Target pendapatan usaha sebesar Rp12,5 triliun di tahun 2017, mengalami peningkatan sekitar 19% dibandingkan pendapatan tahun lalu, sebesar Rp10,5 triliun. "Performa keuangan perusahaan tahun 2018 diperkirakan akan terus tumbuh positif seiring dengan berlanjutnya pertumbuhan ekonomi nasional yang diperkirakan sebesar 5,4%,” ujarnya.

Pada saat yang bersamaan Pegadaian menargetkan laba bersih pada 2018 sebesar Rp2,7 triliun, melonjak 7,14% dari tahun lalu yang diperkirakan mencapai Rp2,52 triliun. Pegadaian pada 2017 memberikan kontribusi kepada pemegang saham berupa dividen sebesar Rp1,02 triliun dan setoran pajak sebesar Rp1,6 triliun.

Pegadaian juga melakukan edukasi melalui literation fair di 19 kota sebagai bentuk edukasi untuk rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat terhadap bisnis pergadaian. Menurut data riset Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI, literasi atau pengetahuan penduduk tentang pergadaian masih terbilang rendah. Baru sekitar 15% dari jumlah penduduk Indonesia yang tahu pergadaian, sedangkan yang menjadi nasabah Pegadaian baru 5%. Melalui acara ini, Pegadaian juga ingin memperkenalkan berbagai produk dan layanan yang semakin beragam.

Pegadaian Literation Fair adalah semacam roadshow ke berbagai mal di 19 kota di Indonesia. Melalui acara ini akan semakin banyak masyarakat khususnya pelaku usaha mikro dan UKM yang semakin mengenal Pegadaian. "Kami punya target tahun ini meningkatkan nasabah Pegadaian naik sekitar dua juta nasabah menjadi 11,5 juta nasabah dan Literation Fair menjadi sangat strategis dan efektif untuk memperkenalkan bisnis pergadaian dan  PT Pegadaian (Persero) beserta produk dan layanannya,” ujarn Sunarso.

Saat ini, Pegadaian saat telah terjun ke berbagai lini bisnis selain gadai yang belum banyak diketahui masyarakat. Seperti mikro finansial, pola pembiayaan syariah, investasi emas, tabungan emas, aneka jasa pembayaran iuran televisi berlangganan, telepon, air, pembelian pulsa hingga gadai emas untuk ibadah haji. “Interaksi ini dharapkan terjadi multiplier effect penyebaran informasi tentang Pegadaian. Karena banyak sekali produk-produk Pegadaian yang berbasis kerakyatan, tapi belum dikenal luas oleh publik," dia menambahkan. 

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)