Pelaku Bisnis Indonesia Berharap Kenaikan Harga Jual di 2020

Indonesia merupakan negara yang memiliki harapan tertinggi di dunia untuk menaikkan harga jual di tahun 2020, tercatat 69% pelaku usaha mengonfirmasinya.

Dalam laporan International Business Report (IBR) dari Grant Thornton terbaru untuk periode semester pertama 2019, data survei di 35 negara mencatatkan beberapa hasil menarik terkait tren pelaku bisnis global termasuk Indonesia.

Pelaku bisnis Indonesia tercatat memiliki harapan tertinggi di dunia untuk menaikkan harga, 69% pelaku usaha berharap akan melakukan kenaikan harga jual di tahun yang akan datang, hasil ini naik cukup signifikan dibandingkan dengan periode survei sebelumnya di semester 2 tahun 2018 yang berada di level 55%.

Di semester ini, tampaknya pelaku usaha mulai menunjukkan sinyal positif dalam dunia usaha. Sebagai perbandingan level rata-rata ASEAN berada di 45% dan global jauh lebih rendah yaitu 32%.

Keyakinan akan kondisi ekonomi Indonesia ke depannya juga tampak dari hasil survei lainnya, dimana 79% pelaku usaha Indonesia berharap untuk memperoleh pendapatan lebih tinggi dalam 12 bulan kedepan, level tersebut jauh melejit jika dibandingkan periode sebelumnya yang berada di level 62% dan masih jauh di atas rata-rata ASEAN di 54% dan pelaku usaha global yang berada di level 35%.

Secara umum, optimisme bisnis pelaku usaha Indonesia berada di urutan ke-3 dunia pada periode survei kali ini dengan level optimisme di 66% membuntuti Filipina dan Vietnam yang berada di posisi pertama dan kedua.

Meskipun ASEAN menunjukkan optimisme bisnis yang baik, secara global pelaku usaha kembali mencatat penurunan terkait rata-rata optimisme bisnis dalam setahun kedepan, optimisme global hanya berada di level 32% turun dari periode survei sebelumnya yang berada di 39% bahkan level optimisme ini merupakan yang terendah sejak 2016.

Ketidakpastian ekonomi masih diidentifikasi pelaku usaha sebagai kendala dari beberapa survei terakhir yang dilakukan IBR. Meningkatnya ketidakpastian menggerakkan kekhawatiran mereka akan kurangnya permintaan di waktu yang akan datang.

Dengan melemahnya permintaan, pelaku usaha pun tampaknya mulai fokus pada rencana investasi yang berkualitas dengan rencana investasi R&D jauh lebih sehat, dan rencana investasi teknologi yang kuat, terbukti 45% pelaku usaha global bersiap menaikkan budget R&D mereka dalam 12 bulan kedepan. Hal tersebut juga sangat relevan dengan apa yang terjadi di pasar negara berkembang.

Johanna Gani, Managing Partner Grant Thornton Indonesia, mengatakan bahwa pemeringkatan IBR pada tahun ini cukup konsisten dengan pandangan secara makro, dimana pelaku usaha di negara-negara berkembang seperti Indonesia, India, Filipina dan Vietnam secara konsisten menunjukkan kecenderungan lebih tinggi untuk investasi secara fisik, R&D dan teknologi.

“Ekonomi pasar negara berkembang yang tumbuh cepat ditandai oleh akumulasi modal yang cepat dan Produktivitas Faktor Total (Total Productivity Factor/TFP) yang kuat, dimana R&D dan inovasi memiliki peranan yang sangat penting untuk pertumbuhan TFP,” jelas Johanna.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)