Pelaku Industri Dukung Fintech Festival & Conference 2016

Sebagai salah satu pasar yang potensial untuk industri financial technologi (fintech), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama dengan Kamar Dagang & Industri (KADIN) mengumumkan sebuah inisiatif baru sebagai bentuk konkrit dukungan untuk pertumbuhan industri fintech di Indonesia. Inisiatif ini dinamakan Indonesia Fintech Festival & Conference 2016.

Indonesia Fintech Festival and Conference 2016 adalah sebuah acara yang akan menjembatani semua stakeholder di industri fintech, mulai dari regulator, institusi keuangan swasta, investor, startup, inkubator, asosiasi industri dan juga dari kalangan akademis.

fintech

Menyambut diadakannya Indonesia Fintech Festival & Conference 2016, para pelaku industri digital mulai memberikan dukungan untuk acara eksibisi dan konferensi fintech terbesar di Indonesia. Asosiasi Fintech Indonesia merupakan salah satu pendukung Indonesia Fintech Festival & Conference 2016 dan menaungi perusahaan-perusahaan fintech di Indonesia dan telah menjalin hubungan baik dengan regulator.

“Pelaku usaha fintech yakin akan ada lebih banyak kerja sama saling menguntungkan antara lembaga keuangan seperti bank dengan perusahaan teknologi atau fintech di masa depan. Saat ini fintech sudah membantu bank membuka saluran baru distribusi produk keuangan‎, mempermudah proses akuisisi nasabah dan merchant, dan membantu efisiensi operasional serta mengelola risiko. Jadi, kami melihat momentum yang tepat bagi regulator, lembaga keuangan, dan fintech untuk duduk di satu forum dan mendiskusikan strategi bersama,” kata Niki Santo Luhur, Ketua Umum Asosiasi Fintech Indonesia.

Asosiasi Pemodal Ventura dan Startup Indonesia (AMVESINDO), sebagai asosiasi yang menaungi para investor dan startup di Indonesia juga mendukung penuh acara ini. “Di negara berkembang seperti Indonesia, fintech dapat membantu mensejahterakan masyarakat dengan memberikan data yang akan mengubah ekonomi informal menjadi bankable”, ujar Donald Wihardja, Wakil Ketua AMVESINDO.

Donald juga menyatakan bahwa dengan populasi 250 juta, kelas menengah yang kian berkembang dan masih banyak komponen masyarakat yang belum tersentuh produk perbankan (unbanked), Indonesia memiliki potensi hingga Rp 1.600 triliun dari sisi permintaan pendanaan, tapi hanya Rp 600 triliun yang mampu disediakan oleh bank dan institusi perbankan.

Hal-hal seperti ini akan menjadi sorotan untuk diskusi di acara Indonesia Fintech Festival and Conference 2016 yang akan dihadiri oleh hadirin dari perwakilan pemerintah, regulator, bank, asuransi, lembaga peminjam, startup, investor dan institusi perbankan lainnya. Acara ini akan diadakan pada tanggal 29-30 Agustus 2016 di Indonesia Convention & Exhibition (ICE) di BSD, Tangeran, Banten. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)