PELINDO 1, Gerbang Utama Indonesia ke Jaringan Logistik Global

Direktur Utama Pelindo 1 Dani Rusli Utama bersama para direksi Pelindo 1 (Foto: Pelindo 1).

Pelindo 1 menjadi gerbang utama Indonesia ke jaringan logistik global? Ini sangat mungkin. Didukung lokasi yang strategis di Selat Malaka dan hinterland yang kaya sumber daya alam, Pelindo 1 memiliki fondasi yang kuat untuk itu. Investasi, inovasi dan kualitas layanan sudah terus dioptimalkan untuk mewujudkan tujuan tersebut dan mendukung akselerasi kebangkitan perekonomian Indonesia.

Pelindo 1 mengoptimalkan peluang yang ada dengan mengembangkan Kuala Tanjung Port and Industrial Estate (Kuala Tanjung PIE), yang dipersiapkan sebagai Indonesia’s Logistic and Supply Chain Hub sebagai gerbang utama Indonesia ke jaringan logistik global.

Berada di tengah Selat Malaka sebagai jalur perdagangan tersibuk di dunia yang dilintasi 94.000 kapal per tahun dan didukung hinterland yang kaya sumber daya alam pertanian, perkebunan, dan pertambangan di sepanjang pulau Sumatera, ini menjadikan posisi Kuala Tanjung PIE sangat strategis sebagai simpul penting dalam jaringan logistik dan supply chain global.

Kuala Tanjung PIE terdiri dari dua bagian yang saling terintegrasi: Kawasan Pelabuhan dan Kawasan Industri. Pembangunan Kawasan Pelabuhan ditandai dengan telah beroperasinya Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) sejak 2019. Pelabuhan ini didesain untuk mengakomodasi kapal-kapal berukuran besar dengan bobot 50.000 DWT (dead weight tonnage) serta berbagai jenis muatan, dari petikemas, curah cair, hingga kargo umum.

Adapun untuk kawasan industri, akan dikembangkan di area seluas 3.400 Ha, dengan potensi segmen industri yang beragam, di antaranya aluminium, palm oil, iron & steel, rubber, petrochemical, produk makanan, serta segmen industri lainnya sesuai dengan kebutuhan customer.

Kawasan ini juga akan diperkuat dengan tersedianya berbagai jaringan transportasi terpadu berupa jalan tol Trans-Sumatera dan kereta api. Kuala Tanjung PIE pun terhubung langsung dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, yang merupakan pusat industri berbasis kelapa sawit utama di Sumatera bagian utara.

“Sebagai kompleks pelabuhan dan industri masa depan, Kuala Tanjung PIE akan terus berkembang, dengan visi menjadi Indonesia’s Logistic and Supply Chain Global. Hingga saat ini sudah ada beberapa perusahaan dan investor yang tertarik untuk berinvestasi di kawasan tersebut. Semakin banyak perusahaan dan investor yang menanamkan modalnya, tentunya akan mendukung akselerasi kebangkitan perekonomian Indonesia,” kata Direktur Utama Pelindo 1 Dani Rusli Utama saat berdiskusi dengan para pemimpin redaksi media massa Kamis, 25 Februari 2021 di Jakarta.

Direktur Utama Pelindo 1 Dani Rusli Utama menjelaskan roadmap pengembangan pelabuhan-pelabuhan Pelindo 1 yang berlokasi sangat strategis di bibir Selat Malaka sebagai jalur perdagangan tersibuk di dunia yang dilintasi 94.000 kapal per tahun.

Fondasi yang kuat juga dibangun dengan terus meningkatkan kinerja dan kualitas layanan. Dalam lima tahun terakhir, Pelindo 1 mencatatkan trafik kinerja yang positif, khususnya di bidang peti kemas. Bahkan, di tengah pandemi Covid-19 yang menghantam perekonomian nasional dan global, Pelindo 1 tetap mampu mencatat kinerja positif sepanjang 2020.

Segmen bongkar muat peti kemas Pelindo 1 tumbuh 6,35% dari 1,33 juta TEUs (twenty-foot equivalent unit) pada 2019 menjadi 1,42 juta TEUs pada 2020.

Kendati masih diliputi pandemi, Pelindo 1 tetap berkomitmen meningkatkan kinerja pada 2021. Tahun ini Pelindo 1 menargetkan throughput bongkar muat petikemas pada 2021 mencapai 1,57 juta TEUs, meningkat 10% dibandingkan realisasi tahun 2020 yang sebesar 1,42 juta TEUs. Sementara volume General Cargo, Curah Cair, dan Curah Kering diproyeksikan mencapai 30,2 juta ton, tumbuh 22% dibandingkan realiasi tahun sebelumnya yang sekitar 24,8 juta ton. Peningkatan bongkar muat petikemas dan kargo tersebut diharapkan tercapai seiring naiknya kunjungan kapal yang ditargetkan tumbuh 40% menjadi 73.919 call pada 2021.

“Tantangan tahun 2021 akan jauh lebih berat. Namun demikian, saya yakin kita mampu tetap mampu tumbuh positif. Untuk itu kita harus terus mengembangkan 4 prinsip dasar bisnis dan layanan yakni: lebih cepat, lebih murah, lebih transparan, dan lebih baik dalam tampilan atau kemasan layanan. Ini sejalan dengan Value BUMN dan juga Value Perusahaan yaitu AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptive dan Kolaboratif),” kata Dani.

Untuk mencapai target 2021, terdapat sejumlah strategi yang akan dilakukan. Pelindo 1 akan mengoptimalkan layanan di Pelabuhan Belawan melalui Terminal Petikemas Belawan Fase 2 yang menerapkan pola operasi dan teknologi yang berstandar internasional.

Selain itu akan bersinergi dengan otoritas pemerintah, sejumlah BUMN dan swasta seperti BP Batam dalam pelayanan pemanduan dan penundaan, KEK Sei Mangke (PTPN III), Inalum dan Pertamina.

Terjun ke bisnis e-logistic, Pelindo 1 bekerjasama dengan dua perusahaan logistik besar di Indonesia yakni Haistar dan LODI untuk pengelolaan fulfilment service dengan mengoptimalkan seluruh potensi logistik dengan pemanfaatan IoT (Internet of Things).

Pelindo 1 menerapkan sistem pelayanan jasa kepelabuhanan yang memberi kemudahan bagi pengguna jasa, yaitu Indonesia Gateway Master Terminal (IGMT) yang dapat diakses melalui web portal https://igateway.pelindo1.co.id dan Container Terminal Operating System (CTOS) yang digunakan di Terminal Peti Kemas (TPK) Belawan. Selain itu, saat ini sedang dikembangkan layanan digital berupa i-Marine, Shore Connection, dan Port Operation Command Center (POCC), yakni layanan operasi yang akan dikendalikan dalam suatu system secara real time.

Strategi lain adalah mengembangkan bisnis Marine Services di Selat Malaka dengan sarana dan prasarana yang meliputi 127 orang pilot/pandu bersertifikat dan berpengalaman, 36 Unit kapal pandu, 22 Unit Kapal Tunda, 30 Unit Pilot Portable Unit, 10 Unit Automatic Identification System (AIS), dan 12 VTS stations.

Tak hanya itu, Pelindo 1 juga akan memperkuat bisnis integrated port and industrial area, digitalisasi pelabuhan, layanan logistik yang terintegrasi serta berkolaborasi dengan para stakeholder dan investor.

Sekarang ini, Pelindo 1 memiliki wilayah operasi di empat provinsi yang meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau daratan dan Riau Kepulauan. Pelindo 1 mengelola 15 cabang pelabuhan, 8 kawasan pelabuhan/ perwakilan dan mengelola 1 (satu) unit usaha yaitu UGK (Unit Usaha Galangan Kapal) serta 5 (lima) Anak Perusahaan, yaitu PT Prima Terminal Petikemas (PTP), PT Prima Multi Terminal (PMT), PT Prima Indonesia Logistik (PIL), PT Prima Pengembangan Kawasan (PPK) dan PT Prima Husada Cipta Medan (PHCM).

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)