Pelindo IV Berikan Stimulus Pengguna Transhipment Selama Covid-19

Ilustrasi aktifitas ekspor-impor di pelabuhan (Foto Istimewa).

PT Pelabuhan Indonesia IV memberikan stimulus kepada pengguna jasa untuk kegiatan transhipment selama masa Pandemi Covid-19. Stimulus tersebut diberikan sejak bulan Mei 2020 lalu.

“Di masa pertama, stimulus diberikan yang tadinya 1 – 3 hari menjadi 1 – 5 hari. Kemudian 1 – 5 hari menjadi 1 – 7 hari dan masa penumpukan peti kemas transhipment 1 - 7 hari menjadi 1 - 14 hari,” kata Direktur Operasi dan Komersial PT Pelindo IV, M. Adji.

Dia menuturkan, selama pandemi covid-19 pihaknya masih melaksanakan kegiatan jasa kepelabuhan seperti pelayanan kapal, bongkar muat barang dan peti kemas serta penumpang di seluruh wilayah kerja. Meskipun pemerintah melakukan pembatasan kegiatan masyarakat untuk mengendalikan penyebaran Covid-19. 

“Khusus untuk pelayanan penumpang tetap mengikuti ketentuan yang dikeluarkan oleh Pemerintah dan penyediaan sarana dan fasilitas mengikuti protokol kesehatan (prokes) yang telah ditetapkan,” kata dia menambahkan. Pengaturan bekerja dari rumah pun juga dilaksanakan untuk karyawan yang bekerja di back office.

Kebijakan lockdown di beberapa negara akibat varian baru Virus Corona juga tidak terlalu berdampak pada sektor kepelabuhanan. Kegiatan ekspor dan impor di Pelabuhan Makassar, khusus Terminal Petikemas Makassar (TPM) dan Kaltim Kariangau Terminal (KKT) di Balikpapan serta pelabuhan tujuan masih tetap berjalan normal. Hal ini tergambar dari kegiatan direct call ekspor di wilayah Pelindo IV yang masih tetap berjalan secara normal dan apabila dibandingkan dengan tahun 2019. Bahkan, mengalami peningkatan baik secara call kapal sebesar 173,91%.

Pada tahun 2019, direct call ekspor Pelindo IV tercatat sebanyak 46 call kapal. Jumlah tersebut meningkat menjadi 80 call kapal di tahun 2020. “Dari sisi throughput peti kemas internasional (TEU’s) juga mengalami peningkatan sebesar 142,23% yakni dari 21.566 TEU’s di 2019, menjadi 30.674 TEU’s pada 2020 lalu,” kata dia.

Peningkatan kegiatan ekspor impor juga dikarenakan adanya tambahan Main Line Operator (MLO) baru yaitu Maersk Line Group di TPM dan KKT, serta Alfa Trans di KKT.   Adapun lima komoditas terbesar yang diangkut adalah rumput laut, plywood, kulit mente, biji nikel dan cengkeh.

Pandemi Covid-19 yang terjadi mulai kuartal II 2020 tidak terlalu berdampak signifikan terhadap traffic kapal di Pelindo IV. Adjie mengatakan pelayanan kapal justru mengalami peningkatan sebesar 8,6% dari 407 juta gross tonnage (GT) di tahun 2019 menjadi 442 juta GT pada 2020 lalu.

Penurunan terjadi di arus peti kemas sebanyak 4,5% (yoy) atau dari 2,22 juta TEU’s pada tahun 2019 menjadi 2,11 juta TEU’s di tahun 2020 lalu. Penurunan juga terjadi di sektor arus barang yakni sebanyak 2,1% atau dari 53,3 juta ton di tahun 2019 menjadi 52,2 juta ton pada 2020.

Namun, penurunan paling signifikan terjadi di sektor penumpang yang tercatat mencapai 56%. Pada tahun 2019, perseroan mencatatkan layanan penumpang mencapai 2,8 juta orang. Sementara di tahun 2020, jumlahnya menurun menjadi 6,5 juta orang.

“Kondisi tersebut karena adanya pembatasan mobilisasi masyarakat, serta ada beberapa wilayah di Papua yang memberlakukan lockdown disusul dengan pihak PT PELNI yang tidak mengoperasikan sementara kapal-kapal milik mereka,” ujar Adjie menutup pembicaraan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Tags:
COVID-19

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)