Pembelajaran Online Masih Diperlukan Meski Sudah Ada Vaksin

Penutupan sekolah adalah langkah pencegahan utama untuk menekan penyebaran COVID-19. Dengan tidak dibukanya sekolah maka kegiatan belajar banyak dilakukan di rumah atau melalui daring. Transisi pembelajaran dari offline ke online selama pandemi ini diprediksi akan terus diadopsi di masa next normal.

Hasil riset yang dilakukan Inventure pada Agustus-September 2020 menyebutkan bahwa 67,8\% responden dari 441 responden mengatakan setuju. Alasannya meskipun vaksin sudah diproduksi, sekolah tatap muka masih belum memungkinkan mengingat masih ada potensi penularan virus yang sangat besar.

"Bakal lamanya proses sekolah secara daring akibat kekhawatiran orang tua ini, maka transformasi menuju pembelajaran secara hibrid akan kian terwujud," kata Yuswohady, Managing Partner Inventure.

Di sisi lain, penutupan sekolah telah mengalihkan tanggung jawab pendidikan anak kepada orang tua untuk menghabiskan lebih banyak waktu mengajar anak di rumah. Oleh karena itu, pembelajaran jarak jauh atau online membuat para orang tua khususnya yang work from home mengalami kerepotan karena harus mendampingi anaknya belajar.

Dari riset yang dilakukan oleh Inventure, 69,8\% responden yang rata-rata adalah orang tua menyatakan kerepotan dengan sistem pembelajaran jarak jauh karena harus mendampingi anak dalam belajar di rumah.

"Jadi intinya orang tua itu ingin anaknya sekolah secara tatap muka. Pertama karena kualitasnya lebih bagus dan kedua tidak direpotkan," tambahnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)