Pemegang Sertifikat Rendah, CFA Society Indonesia Edukasi Masyarakat

Chartered Financial Analyst (CFA) Society Indonesia bersama dengan CFA Institute akan menggelar konferensi internasional perdana dengan tajuk “The Future of Finance: AI & Data” pada 20 November 2019 di Financial Hall, SCBD Jakarta.

Presiden CFA Society Indonesia, Pahala Mansury, menyampaikan, tujuan penyelenggaran event ini untuk mengedukasi tentang perkembangan Artificial Intelligence (Al) dalam industri keuangan, dan dampaknya terhadap keberlangsungan keuangan konvensional di Indonesia dalam satu tahun ke depan.

"Topik tersebut akan membahas berbagai teknologi termasuk AI dan bagaimana data analytics ini akan membantu pengembangan dunia keuangan di Indonesia khususnya di pasar modal. Kemudian bagaimana pengembangan fintech (financial techonology) di pasar modal maupun di dunia terhadap keuangan Indonesia, serta bagaimana pengaruh ekonomi digital tersebut terhadap Indonesia," ujarnya di Jakarta, Jumat (06/09).

Menurutnya, Indonesia merupakan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara sehingga ia berharap konferensi ini akan meningkatkan awareness masyarakat mengenai pentingnya sertifikasi profesional pasar modal. Seperti diketahui, di Indonesia baru ada sekitar 261 orang yang telah memiliki sertifikat CFA. Angka ini masih 1/8 nya dibandingkan dengan Singapura yang sudah memiliki 3.500 anggota, padahal total nilai kapitalisasi pasar modal di Indonesia empat kali lebih besar.

"Ketika awareness-nya sudah tinggi maka jumlah para profesional yang memiliki sertifikat akan meningkat. Kita juga kerja sama dengan Teach Me yang menerbitkan guide book untuk mengikuti ujian sertifikasi CFA," kata Pahala.

Konferensi ini akan menghadirkan pembicara lokal dan intemasional, di antaranya pakar Al di bidang keuangan yakni pendiri Schulte Research, Paul Schulte dari Amerika Serikat. Dari sisi pelaku fintech lokal ada pendiri KoinWorks, Benedicto Hawono. Sementara itu, dari sisi investor akan ada pembicara dari venture capital bidang finance dan teknologi.

Dalam kesempatan yang sama, juga akan diselenggarakan kompetisi penulisan research paper yang telah dibuka pada awal Agustus lalu untuk akademik dan praktisi riset. Pemenang kompetisi akan mendapatkan hadiah tunai sebesar US$ 500 dari Asia Pacific Research Exchange (ARX) dan Rp 50 juta koin dari KoinWorks.

"Managing Director CFA Institute Asia Pacific, Nick Pollard, akan memberikan keynote dan mengumumkan pemenang kompetisi penulisan research paper tersebut," ujar Pahala.

Dia berharap, konferensi ini akan dihadiri oleh 300 orang baik itu dari perusahaan sekuritas, perbankan, konsultan, dan lainnya. Ia juga menargetkan, konferensi internasional dan kompetisi riset "Future of Finance" ini akan digelar setiap tahun dengan topik yang berbeda-beda. Dengan harapan menambah wawasan para praktisi keuangan agar dapat memajukan industri keuangan Indonesia di era digital.

Sekadar informasi, CFA Society Indonesia adalah asosiasi yang beranggotakan praktisi keuangan dan investasi bersertifikasi CFA, dan merupakan anggota dari CFA Institute Global Network of Societies.

Editor: Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)