Pemerintah Apresiasi Riset dan Pengembangan Grup Dexa

Karena sudah berkontribusi dalam kegiatan penelitian dan pengembangan produk farmasi, pemerintah berikan penghargaan IIRDI Award 2019 kepada PT Dexa Medica.

Kementerian Riset dan Teknologi RI memberikan apresiasi kepada Grup Dexa melalui PT Dexa Medica sebagai industri yang berkontribusi dalam kegiatan penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan produk farmasi yang memiliki keunggulan daya saing dan inovasi.

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Prof. Bambang P.S. Brodjonegoro Lembaga, mengemukakan bahwa penelitian dan pengembangan Indonesia didorong untuk menjadi bertaraf internasional, inovatif, dan berdaya saing.

“Untuk mempercepat pencapaian outcome dengan mengandalkan pada kemampuan inovasi yang menggambarkan keunikan potensi Indonesia, kita ingin melahirkan suatu produk inovatif di tingkat global,” tuturnya dalam siaran pers, di Jakarta (2/12/2019).

Salah satu produk inovatif yang bahan baku atau bahan dasarnya adalah unik di Indonesia seperti berasal flora atau fauna yang memanfaatkan keanekaragaman sumber daya biodiversitas dan harus menjadi inspirasi sebagai produk inovatif

Penghargaan Innovative Industrial Research and Development Institution (IIRDI) Award 2019 yang kedua ini diberikan karena keberhasilan Dexa Medica yang dinilai konsisten dalam melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan, memanfaatkan dan mengembangkan hasil-hasil litbang dari lembaga litbang, dan menghasilkan produk-produk inovatif melalui kegiatan litbang.

Menurut Dr. Raymond Tjandrawinata, Executive Director Dexa Laboratories Biomolecular Sciences (DLBS) PT Dexa Medica, salah satu peran DLBS adalah mendukung upaya pemerintah untuk mewujudkan kemandirian bahan baku obat-obatan melalui penelitian dan pengembangan produk obat modern asli Indonesia (OMAI). Hal ini mengingat 95% bahan baku obat masih diimpor dari India, Tiongkok, dan kawasan Eropa.

DLBS sebagai organisasi riset bahan alam hingga saat ini telah meneliti dan memproduksi bahan baku aktif obat herbal. Upaya ini untuk mendorong kemandirian bahan baku obat nasional sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia karena memberdayakan para petani hingga ke distributor.

“Dengan upaya ini, DLBS yang sejak belasan tahun mendorong penggunaan obat produk dari hasil litbang dalam negeri yang inovatif dan memiliki kualitas yang unggul, sehingga dapat memperkuat daya saing produk farmasi Indonesia, dan khususnya mengurangi ekspor bahan baku obat,” ujar Raymond.

Bersama ratusan saintis, DLBS PT Dexa Medica telah menghasilkan produk-produk berbahan alam asli Indonesia di antaranya obat diabetes Fitofarmaka yang telah diekspor ke Kamboja dan negara ASEAN lainnya yakni Inlacin, Disolf untuk memperlancar peredaran darah, Redacid untuk gangguan lambung, rangkaian Herba Family seperti HerbaKOF untuk obat batuk, HerbaCOLD untuk Flu, HerbaPAIN untuk sakit kepala dan nyeri otot, dan HerbaVOMITZ untuk gangguan lambung.

Saat ini, kegiatan litbang di Dexa Medica sudah diakreditasi secara independen oleh auditor KNAPPP (Kemenristek BRIN) dan AAALAC (Association for Assessment and Acreditation of Laboratory Animal Care International).

Sedikitnya 50 produk inovasi dan publikasi ilmiah yang telah dilakukan Dexa Medica terkait kegiatan litbang selama empat tahun terakhir. Produk inovasi ini di antaranya terkait dengan ekstrak bahan alam diabetes, gangguan lambung, anti mual dan kembung, serta ekstrak bahan alam untuk batuk dan flu. Selain itu, sekitar 42 hak paten terkait produk riset yang telah didaftarkan di sejumlah negara yakni Indonesia, Amerika, Eropa, Australia, Korea Selatan, dan Jepang.

Sejumlah penghargaan lain di antaranya Penghargaan Karya Anak Bangsa dari Kementerian Kesehatan pada 2016, Penghargaan WIPO Awards yang diberikan kepada Dr. Raymond pada 2018 sebagai bentuk apresiasi kepada kreator, inventor, inovator dan penggiat kekayaan intelektual yang diberikan oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

Pada tahun yang sama di 2018, Dr. Raymond juga menerima apresiasi SINTA Awards dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi atas kinerja baik dalam publikasi, sitasi, dan jurnal. Penghargaan Farmakovigilans kategori Perusahaan Modal Dalam Negeri (PMDN) dari BPOM RI juga diterima pada 2018.

Yang terakhir pada November 2019 lalu melalui produk hasil riset DLBS, yakni salah satu produk obat modern asli Indonesia berbahan alam, HerbaKOF meraih Halal Award 2019 dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI).

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)