Pemerintah Berikan Insentif Harga Tiket untuk Dongkrak Pariwisata Nasional

Pemerintah RI memberikan insentif untuk menurunkan tarif penerbangan ke-10 Destinasi Pariwisata yaitu Batam, Denpasar, Yogyakarta, Labuan Bajo, Lombok, Malang, Manado, Toba (Silangit), Tanjung Pandan dan Tanjung Pinang. Dengan insentif yang berasal dari pemerintah bersama AP I dan II, Airnav Indonesia dan Pertamina, diskon tarif pesawat yang diberikan maskapai mencapai 40 - 50%.

Menteri
Perhubungan, Budi Karya Sumadi menjelaskan bahwa pemerintah
memberikan diskon tarif penerbangan sebesar 30% ke 10 destinasi
wisata. “Pemerintah mengalokasikan dana APBN sebesar Rp500 miliar
untuk memberikan diskon sebesar 30%,” kata dia. Diskon tersebut
diberikan kepada 25% dari total jumlah penumpang dalam satu
penerbangan dari dan ke 10 Destinasi tersebut.

Selain
pemerintah, AP I dan APII juga memberikan insentif berupa pengurangan
tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) sebesar 20%.
Kemudian, AirNav Indonesia memberikan insentif pengurangan biaya
Pelayanan Jasa Navigasi Penerbangan sebesar 20%. Lebih jauh,
perusahaan BUMN lain, yakni PT Pertamina juga memberikan potongan
harga avtur sebesar 10%. kebijakan ini akan berlaku pada bulan Maret
2020 sampai dengan bulan Mei 2020.

Sementara
itu Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Novie Riyanto, menjelaskan
pemberian diskon tarif insentif ini diberikan untuk semua penerbangan
menuju 10 destinasi wisata. "Diskon tiketnya tidak hanya dari
Jakarta saja, dari destinasi manapun sepanjang tujuannya ke 10
destinasi itu diberikan diskon. Kemudian diskonnya untuk pulang-pergi
ya. Kita konsisten," sebut Novie.

Novie
mengatakan pemberian insentif berupa diskon tarif penerbangan ke 10
destinasi wisata ini bertujuan untuk mendorong sektor pariwisata di
10 destinasi wisata ini sebagai akibat wabah virus COVID-19 atau
virus corona.

Lebih lanjut, Novie mengungkapkan, akibat wabah virus tersebut berdampak pada menurunnya jumlah pergerakan pesawat di sejumlah bandara. Seperti di Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Novie menyebut pergerakan pesawat di bandara ini menurun dari semula 470-480 pergerakan pesawat menjadi hanya kurang lebih 400 pergerakan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)