Pemerintah Berkomitmen Kawal Harga Bahan Pokok Stabil

Direktur Utama Badan Urusan Logisik (Bulog), Budi Waseso, menyatakan, siap mengawal pasokan beras medium, yang belakangan hari harganya merangkak naik. Ia menegaskan komitmen pemerintah dalam upaya menjaga stabilitas harga bahan pangan pokok.

Kebutuhan akan pasokan beras medium dari Bulog sebelumnya disampaikan Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Arief Prasetyo Adi. Harga beras jenis medium naik karena stok beras didominasi beras premium. Salah satu penyebabnya, penggilingan dan pedagang lebih senang berjualan beras premium untuk mendapatkan selisih keuntungan yang lebih menarik.

Usai mengecek ketersediaan beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) pekan lalu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman juga menyampaikan, dengan kecukupan pasokan pangan saat ini, tidak ada alasan harga bahan pokok di pasar naik.

“Maaf jangan lagi di bawa ke ranah politik. Ini pangan kita stabil harga ayam hanya Rp 27 ribu per kg, telur Rp 22 ribu per kg, kami cek langsung dengan tim lengkap. Kemudian masalah beras, suplai cukup ada dari 50 ribu ton stok di PIBC, stok Bulog 2,7 juta ton. Nanti Januari sudah panen lagi. Jadi tidak ada alasan harga naik,” tegas Amran.

Sejauh ini Pemerintah telah berhasil menjaga laju angka inflasi. Ketersediaan bahan pangan dengan harga yang stabil menjadi salah satu faktor pendukung terjaganya inflasi sesuai target pemerintah. "Kelompok bahan makanan hanya mengalami inflasi sebesar 0,15%. Jadi, harga amat stabil," ungkap Staf Khusus Presiden Jokowi, Ahmad Erani Yustika awal bulan ini mengutip rilis Badan Pusat Statistik  inflasi Oktober yang sebesar 0,28%.

Ia menambahkan, inflasi nasional bergerak sangat terkendali, dengan kecenderungan penurunan. Sejak 2015 hingga 2017, katanya, inflasi rata-rata bergerak di bawah 4 persen per tahun. Menurut dia, sepanjang Januari-Oktober, inflasi hanya 2,22%, menurun dari 2,67% pada periode yang sama tahun. Erani mengatakan inflasi tahunan per Oktober 2018 berada pada angka 3,16%, masih lebih baik 3,58% pada 2017.

"Yang pertama kan ada angka inflasi rendah di bawah 3,5 persen, saya ingin cek di lapangan. Sama enggak? Setelah dicek, semua stabil," kata Jokowi setelah meninjau Pasar Anyer belum lama ini. Menurut Jokowi, fluktuasi harga di pasar adalah hal yang biasa. Ia pun meminta jangan ada pihak yang mengatakan hal yang sebaliknya, sesuai kondisi harga sebenarnya di pasar.

"Nanti pedagang pasar marah, semua harga stabil enggak berubah. Banyak yang turun, satu dua naik, fluktuatif biasa. Daging naik sedikit, telur turun, biasa. Jangan teriak di pasar naik, pedagang pasar marah, enggak ada yang beli, iya ndak? Malah datang ke mal, supermarket. Jadi kalau ke pasar lihat fakta yang ada, harga sampaikan apa adanya,” ujarnya.

www.swa.co.id

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)