Pemerintah Bertekad Dukung Kelahiran Unicorn Indonesia

Menurut Menteri Komunikasi & Informatika RI, Rudiantara, tekonologi saat ini mampu menyebabkan perubahan dalam industri ICT (Information and Communications Technology). Tak hanya evolusi, namun juga menyebabkan revolusi pada industri tersebut di Indonesia.

Industri ICT di Indonesia seperti Indosat, XL Axiata, Hutchison 3, dan Smartfren, jika dilihat dan dibandingkan dengan empat unicorn di Indonesia (Go-Jek, Tokopedia, Traveloka, Bukapak), memiliki valuasi lebih besar dari valuasi gabungan 4 perusahaan tersebut. Rudiantara mengungkapkan bahwa di ASEAN terdapat tujuh unicorn dan empat di antaranya berasal dari Indonesia.

Dirinya mengungkapkan, kesempatan berkolaborasi dengan mereka dikarenakan tidak saling bertabrakan antar business modelnya, kenapa tidak ditumbuhkan masing-masing di pasar ASEAN. “Go-Jek akan kita dorong keluar, sebaliknya saya juga akan buka pasar yang tidak ada di Indonesia. Sehingga ASEAN menjadi lengkap sebelum intervensi dari kawasan lain. Harapan saya Indonesia bisa menjadi yang terbesar di regional ASEAN,” ungkapnya.

Industri teknologi ini juga diharapkan menjadi masa depan untuk dapat berkonsolidasi memajukan ekonomi digital. Oleh sebab itu, semua kalangan dapat mendorong ekonomi digital yang kuat di wilayah ASEAN sehiingga Asia Tenggara dapat kuat ketika arus kemajuan teknologi digital masuk. “Pemerintah akan tidak hanya fokus pada regulatory, Kominfo kini menetapkan light touch regulation. Kita harus memberi ruang inovasi bagi siapapun, tidak untuk dipersulit. Pemerintah mendorong untuk dapat besar kemudian dilakukan penataan. Pemerintah harus memberi insentif, bukan sebagai penghalang,” ujar Rudiantara.

Menurutnya, dua fokus utama yang harus dipersiapkan pemerintah dalam mendorong ekonomi digital di Indonesia adalah sistem pembayaran (payment system) dan logistik. Untuk sektor logistik pemerintah sedang melakukan transformasi PT Pos Indonesia yang orientasinya surat untuk menjadi perusahaan logistik. Sedangkan payment system harus diterapkan akselerasinya bersama Bank Indonesia. “Pemerintah tidak hanya menjadi regulator, tetapi lebih kepada akselerator dan fasilitator. Regulasi memang paling mudah tetapi jika hanya meregulasi, tinta belum kering dunia sudah berubah,” pesannya.

Pemerintah memiliki program The Next Indonesian Unicorns (NEXTICORN). Melalui program ini pemerintah akan melalukan business matching melalui berbagai event antara startup dengan Venture Capital. Nantinya, sebelum dipertemukan dengan investor, startup akan dibantu melalui proses kurasi, mulai dari pengecekan business plan, market validation, hingga sustainability technology. Melalui program ini, startup Indonesia akan melalui proses kurasi untuk ditentukan mana saja yang layak jual. Inisiatif ini merupakan kolaborasi antara Kominfo, Pemodal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo), dan Global Consulting Ernst & Young.

Semua ekosistem regulasi di Indonesia harus ada akselerasi terhadap perubahan. “Saya telah berbicara dengan OJK dan BEI mengenai potensi IPO unicorn. Betapa luar biasa, misal Go-Jek IPO sehingga driver akan menjadi pemegang saham dan ekonomi kerakyatannya berjalan. Saya akan terus melakukan advokasi kepada ekosistem regulasi tersebut,” ungkap Rudiantara dalam acara peresmian kerja sama strategi PT Astra International dengan Go-Jek Indonesia (12/2).

 

Reportase: Jeihan Kahfi Barlian
www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)