Pemerintah Gencarkan Pembangunan Kawasan Industri Terpadu Batang di Jateng

Pemerintah menggencarkan pembangunan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah. Proyek yang terletak di Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang ini diproyeksikan sebagai salah satu wilayah pengembangan industri nasional. Lahan seluas 4 ribu hektarare disiapkan pemerintah untuk pengembangan kawasan.

Pada fase pertama, 450 hektare dari jumlah tersebut disiapkan untuk membangun tiga zona, yakni manufaktur dan logistik, inovasi dan ekonomi kreatif, serta industri ringan dan menengah.

"Kita akan siapkan kurang lebih 4.000 hektare di sini dan untuk tahapan pertama akan disiapkan kurang lebih 450 hektare terlebih dahulu," kata Presiden Joko Widodo. Untuk menarik investor, KIT Batang akan menerapkan konsep baru, yakni para investor tidak perlu membeli lahan. Mereka bisa menyewa dalam jangka waktu panjang dengan melakukan kerjasama dengan Holding Perkebunan yang dikoordinasikan PTPN III.

"Pengembangan Kawasan Industri Terpadu Batang ini merupakan kolaborasi antara BUMN dengan BPKM,” kata Menteri BUMN, Erick Thohir. Melalui skema ini, pemerintah akan membebaskan lahan tersebut, sehingga seluruh tanah menjadi milik BUMN. Tujuannya adalah untuk memudahkan investor dalam menanamkan modalnya di Indonesia dengan cara sewa lahan berjangka panjang.

KIT Batang dibangun agar kawasan industri ini dapat bersaing dengan kawasan industri di Jakarta dan Pasuruan, Jawa Timur. Selain itu, kawasan ini juga diharapkan mampu memperbesar Upah Minimum Regional (UMR) yang masih tergolong rendah. Dalam tahap pertama, pengembangan KIT Batang akan mempekerjakan 30 ribu tenaga kerja lokal.

Dari sisi infrastruktur, KIT Batang terletak di sisi utara Tol Trans Jawa dan dilalui jalur kereta api untuk menjadi dry port. Sedangkan PLN akan menyiapkan jaringan listrik. Saat ini, PLTU Batang memiliki kapasitas 2x1.000 MW dan PLTS 50 MW.

“Sesuai dengan arahan Presiden, untuk mempercepat pembangunan Kawasan Industri Batang ini, Kementerian BUMN akan segera mengintegrasikan semua BUMN terkait dan bekerja sama dengan BUMD dan Swasta,” ujar Erick.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)