Pemerintah Kucurkan Dana Rp30,5 Triliun untuk Pembangunan ICT Tahun 2021

Menteri BUMN Rini Soemarno didampingi Direktur Utama Telkom Alex J Sinaga saat meninjau fasilitas Broadband Learning Center (BLC) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cilacap 09 di Cilacap, Jawa Tengah beberapa waktu lalu. BLC yang juga dilengkapi dengan Pustaka Digital (PaDi) tersebut, selain untuk meningkatkan akses terhadap internet juga dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan literasi para siswa.

Pemerintah mengucurkan dana sebesar Rp30,5 triliun untuk pembangunan Teknologi Komunikasi dan Informasi (ICT) tahun 2021 mendatang. Alokasi tersebut diharapkan dapat mendorong kesetaraan akses internet di seluruh Indonesia.

"Anggaran difokuskan untuk mengakselerasi transformasi digital penyelenggara pemerintahan agar terwujud pelayanan publik yang cepat dan efisien di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemerintahan," kata Presiden Joko widodo dalam Pidato Kenegaraan di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta hari ini (14/08/2020).

Anggaran tersebut untuk mengonsolidasi dan mengoptimasi infrastruktur di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Anggaran juga ditujukan untuk menambah akses internet di 4 ribu desa dan kelurahan di daerah tersebut.

Masih dalam agenda yang sama, pemerintah juga mengusung kebijakan fiskal di tahun 2021 untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan penguatan reformasi. Hal tersebut merupakan imbas dari pandemi Covid-19 yang telah menjadi bencana kemanusiaan dan kesehatan di abad ini. ”Kebijakan relaksasi defisit melebihi 3% dari PDB masih diperlukan, dengan tetap menjaga kehati-hatian, kredibilitas, dan kesinambungan fiskal,” kata Presiden menambahkan.

Oleh karena itu, pemerintah mengarahkan kebijakan APBN 2021 untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional, mendorong reformasi struktural, dan mempercepat transformasi ekonomi menuju era digital. Namun, menurutnya, pemerintah juga tetap akan mengantisipasi ketidakpastian pemulihan ekonomi dunia, votalitas harga komoditas, efektivitas pemulihan ekonomi nasional, dan stabilitas di sektor keuangan.

”Pelaksanaan reformasi fundamental juga harus dilakukan seperti melakukan reformasi pendidikan, reformasi kesehatan, reformasi perlindungan sosial, dan reformasi sistem penganggaran dan perpajakan,” kata dia,

Pertumbuhan ekonomi tahun 2021 diperkirakan akan mencapai 4,5% - 5,5%. Pertumbuhan ini diharapkan dapat didukung oleh peningkatan konsumsi domestik serta investasi. Dalam RAPBN tahun 2021, Presiden juga menyampaikan defisit anggaran direncanakan sekitar 5,5% dari PDB atau sebesar Rp971,2 triliun. Defisit ini lebih rendah dibandingkan defisit anggaran tahun 2020 sekitar 6,34% dari PDB atau sebesar Rp1.039,2 triliun.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)