Pemerintah Pacu Investasi dan Infrastruktur

Pertumbuhan ekonomi Indonesia ditargetkan mencapai 5,4 persen pada 2018. Tahun 2016 meningkat 5,02 persen, sedangkan target hingga akhir tahun 2017 adalah 5,2 persen.

Untuk dapat memenuhi target tersebut, pemerintah terus berupaya memacu investasi dan infrastruktur untuk pertumbuhan dan pemerataan di berbagai wilayah di Indonesia, di antaranya Maluku, Papua, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara.

Selain itu, pengembangan daerah-daerah perbatasan Indonesia juga menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam pembangunan, baik dari segi konektivitas maupun ketersediaan energi yang menjadi kunci pemerataan ekonomi. Dalam hal ini, pemerintah tengah berupaya merealisasikan program pembangunan pembangkit listrik dengan target 35 ribu MW pada 2019 mendatang.

Pemerintah juga memantapkan angka pertumbuhan ekonomi dengan mendorong BUMN untuk lebih aktif mendukung ekosistem UMKM agar berdaya saing tinggi. Begitu pula dengan penerapan strategi paket kebijakan ekonomi, salah satunya melalui percepatan penyediaan infrastruktur. Komitmen pemerintah dalam penyediaan infrastruktur terlihat antara lain pada isu strategis penyediaan air, pangan, dan energi.

Salah satu tantangan dalam mencapai kedaulatan energi hingga saat ini ialah kondisi krisis energi yang dapat meningkatkan risiko elektrifikasi di Indonesia. Beberapa yang menjadi sorotan yaitu perbaikan regulasi, terobosan kebijakan, dan pendanaan kreatif.

“Saat ini momentum ekonomi sudah baik. Pada dasarnya bahwa peluang bisnis yang paling besar saat ini ada di daerah, ada di sektor pariwisata dan lifestyle. Ini karena infrastruktur yang membaik, teknologi dan globalisasi,” ujar Jokowi, Presiden RI.

Perbaikan infrastruktur membuat daerah semakin mudah dijangkau. Pada dua tahun lalu sudah dilakukan perbaikan pada Bandara Komodo Labuan Bajo. Lalu Bandara Silangit di Toba menjadi bandara internasional di mana Garuda Indonesia melayani penerbangan langsung dari Singapura Ke Silangit. Menyusul Bandara di Belitung akan menjadi bandara internasional.

Editor : Eva Martha Rahayu

wwww.Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)