Pemerintah Pilih Konsep Green City dalam Pembangunan Ibu Kota Baru

Pembangunan infrastruktur transportasi di Ibu Kota Baru yang terletak di Kalimantan Timur direncanakan akan mengusung konsep green city dengan menggunakan energi baru dan terbarukan. Hal ini disampaikan oleh Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi.

“Mengingat Kalimantan Timur sebagai paru-paru dunia. Ibu Kota baru di desain sebagai Forest City dengan memakai energi baru dan terbarukan dan tidak bergantung pada energi fosil,” kata Menhub. Transportasi di ibu kota baru nantinya akan dibangun dengan mengedepankan transportasi masal yang ramah lingkungan.

Dari segi desain, kota akan di mengusung konsep keseimbangan antara tata guna lahan, sistem transportasi, dan laju pertumbuhan penduduk. Aksesbilitas dianggap sebagai penetu keberhasilan terbangunnya suatu kota baru. “Yang terpenting dalam membangun kota itu adalah aksesbilitas. Hal tersebutlah yang menjadi kunci keberhasilan semuanya,” kata dia.

Lahan yang digunakan untuk pembangunan ibu kota baru ini akan mengonsumsi lahan seluas 366.000 hektar, termasuk kawasan hutan lindung. “Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam pembangunan transportasi. Pertama, pergerakan di dalam kota dan kedua, pergerakan konektivitas regional antar kota atau antar wilayah,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementerian Perhubungan Sugihardjo.

Pemerintah juga akan mengoptimalkan bandara Balikpapan dan Samarinda. Adapun bandara Balikpapan akan memiliki kapasitas terminal sebesar 30.000 penumpang dan runway sepanjang 3250 x 60 meter. Sementara itu, Bandara Samarinda juga akan ditingkatkan kapasitasnya menjadi 20.000 penumpang untuk pergerakan masyarakat umum. Sedangkan untuk pergerakan tamu negara nanti akan ada bandara khusus agar tidak menggangu penerbangan regular.

Untuk angkutan laut, saat ini, Kalimantan Timur telah memiliki beberapa pelabuhan seperti Pelabuhan Semayang, Pelabuhan Kariangau dan Pelabuhan Kaltim Kariangau Terminal (KKT). Ketiganya akan dijadikan tempat distribusi logistik. Ke depan, pemerintah juga akan membangun teluk dengan konsep eco friendly.

“Beruntung sekali dengan lokasi yang ditetapkan ini ada teluk pelabuhan Balikpapan itu kalau seluruh Kalimantan yang paling ideal untuk pelabuhan itu Balikpapan. Kalau Pontianak ada penangkalan, kalau dipinggir laut itu ombaknya tinggi. Teluk itu ombaknya tidagun telukk ada. Ini akan menjadi distribusi logistik baik di semayang, kariangau, KKT,” tandas Sugihardjo.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)