Pemerintah Sasar Wirausaha Muda Terapkan Ekonomi Berkelanjutan

Ekonomi nasional pada Kuartal I/2022 diperkirakan akan terjaga, meski maraknya penyebaran varian Omicron. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk tetap melanjutkan pemulihan ekonomi secara berkelanjutan. Untuk mendukung transformasi ekonomi berkelanjutan itu, pemerintah mengalokasikan anggaran PC-PEN sebesar Rp455,62 triliun di 2022.

“Orientasi bisnis berkelanjutan merupakan penggunaan sumberdaya secara bertanggungjawab, khususnya sumberdaya yang tidak dapat diperbarui,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto. Orientasi bisnis ini sejalan dengan agenda G20 Summit dan Paris Agreement mengenai isu perubahan iklim. Melalui kebijakan low carbon agar keseimbangan 3 pilar yakni people, planet, dan profit tetap terjaga.

Pilar people atau Social Performance menekankan pentingnya praktik bisnis yang mendukung kepentingan tenaga kerja, serta masyarakat secara umum. Sedangkan, planet atau Environmental Performance, menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup. Terkahir, pilar Profit atau Economic Performance, lebih dari sekedar keuntungan. “Pada pilar ini menekankan bagaimana suatu usaha mempraktikkan fair trade dan ethical trade dalam berbisnis, melalui upaya misalnya CSR untuk kesejahteraan masyarakat,” kata dia.

Airlangga mengatakan untuk mewujudkan ekonomi berkelanjutan, pemerintah akan melakukan pengaturan mengenai penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon dan pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca agar target Nationally Determined Contribution pada tahun 2030 dapat tercapai dan Emisi Gas Rumah Kaca dalam pembangunan nasional dapat dikendalikan.

Sementara itu, transformasi wirausaha yang mengarah pada sustainability juga wajib dilakukan. Rasio kewirausahaan di Indonesia saat ini baru mencapai 3,47% dan Pemerintah menargetkan pertumbuhan rasio kewirausahaan pada tahun 2024 mencapai 3,95% agar struktur ekonomi nasional lebih kuat. “Pemerintah berkomitmen untuk mengembangkan talenta calon entrepreneur baru melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, salah satunya dengan Universitas Indonesia, untuk mendukung ekosistem Koperasi dan UMKM masa depan dan untuk mencetak entrepreneur muda yang berdaya saing di pasar global,” kata Menko Airlangga.

Di sisi lain, pemerintah juga mendukung pengembangan kewirausahaan sosial melalui pendampingan akses permodalan, pengembangan impact investment, peningkatan kapasitas, serta fasilitasi akses kepada pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)