Pemkab Muba Gandeng Petrotekno Realisasikan Perda

Kekayaan sumber daya alam serta minyak dan gas (migas) yang terkandung di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) berpotensi untuk menyerap ribuan tenaga kerja.

Melihat peluang ini, Bupati Muba, Dodi Reza Alex dan Wakil Bupati, Beni Hernedi memandang pentingnya mengembangkan SDM yang baik untuk menjadi bagian dari pengelolaan yang berkesinambungan dan berkelanjutan dari industri terkait.

Memberikan pelatihan yang tepat guna dengan program vokasi yang tepat menjadi alasan jajaran Pemkab Muba serta SKK Migas Sumsel dan beberapa perusahaan migas dari Muba mengunjungi serta memenuhi undangan dari Petrotekno, sebuah badan pendidikan vokasi dalam bidang teknik industri dan migas.

Kunjungan tersebut merupakan rangkaian kegiatan yang menjadi komitmen Pemkab Muba dan stakeholders lainnya dalam Program Pengembangan SDM Migas dan Fasilitas Pelatihan Petrotekno Technical School, di Training Center, Ciloto Puncak, Jawa Barat (28/02/2020).

“Nanti rencananya Pemkab Muba bakal mendatangkan pelatih profesional dari Petrotekno Technical School ke Muba untuk melatih SDM Muba,” ujar Beni.

Melihat fasilitas serta teknik pengajaran yang dijalankan oleh Petrotekno, terutama pada orientasi pengembangan kompetensi dan integritas peserta didiknya, Beni akan menindaklanjuti komitmennya dengan menandatangani MoU dengan Petrotekno Technical School, serta membangun fasilitas yang dibutuhkan di Muba untuk memiliki pusat pelatihan yang mumpuni dalam hal pengembangan SDM yang berkelanjutan. “Untuk jangka panjang, harapan kami di Muba memiliki tempat pusat pelatihan khusus di bidang migas,” imbuh Beni.

Pentingnya pusat pelatihan yang tepat guna seperti Petrotekno merupakan jawaban akankebutuhan industri yang tidak tertutup untuk kebutuhan dunia migas saja. Potensi industri yang luas membutuhkan sarana dan prasarana pelatihan yang mumpuni dalam rangka memaksimalkan kompetensi tenaga kerja lokal. “Dengan hadirnya tempat pelatihan tenaga kerja bidang migas dna SDM ini juga menjawab yang dibutuhkan dalam bidang hilirisasi komoditas perkebunan di Muba,” ujar Beni.

Minimnya penyerapan tenaga lokal oleh industri di Muba karena kurangnya skill dari tenaga lokal, kerap menjadi alasan bagi perusahaan-perusahaan untuk menggaet tenaga kerja dari luar. Dengan hadirnya pusat pelatihan seperti Petrotekno yang bersertifikasi nasional dan internasional, keraguan akan kompetensi tenaga lokal dalam pengelolaan industri menjadi terbantahkan.

Dalam rangka mendukung implementasi Perda Muba yang mewajibkan perusahaan daerah setempat menyerap 70% SDM lokal, pusat pelatihan dirasakan urgensinya untuk segera dilaksanakan. “Belum lagi pada 2020 adalah tahun penerapan dari kartu pra kerja di mana akan dilakukanpelatihan terhadap yang belum bekerja, dan tentunya Muba harus bersiap,” ujar Beni.

Direktur PT Petrotekno, Hendra Pribadi, mengagumi komitmen yang ditunjukkan oleh pemerintah-pemerintah daerah di Indonesia yang mulai menyadari pentingnya pengembangan kompetensi tenaga lokal untuk ikut merasakan dan meramaikan dunia industri setempat.

Komitmen yang ditunjukkan oleh jajaran Pemkab Muba dan stakeholdersnya diapresiasi oleh Petrotekno dengan membuka pintu lebar untuk bisa melakukan kerjasama lebih lanjut. Kualitas yang ditunjukkkan oleh lulusan Petrotekno dengan sertifikasi profesi nasional dan internasional merupakan jaminan bagi pengembangan sumber daya manusia yang diinginkan oleh Pemkab Muba dalam rangka memanfaatkan dan mengelola kekayaan daerah yang berkelanjutan.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)