Pemprov DKI Jakarta Raih Investasi Rp28,9 Triliun

Source: http://smart-money.co/bisnis/lakukan-persiapan-ini-untuk-menarik-investor/

Pemprov DKI Jakarta mengklaim telah melampaui target realisasi investasi Triwulan I. Instansi ini mencatat hingga Maret 2018,  telah mengantongi Rp28,9 triliun dari investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA). Jumlah ini naik 19,4% dibanding periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp24,2 triliun.

Untuk diketahui, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) baru-baru ini mempublikasikan data realisasi investasi PMDN dan PMA Triwulan I sebesar Rp185,3 triliun atau meningkat 11,8% dari periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp165,8 triliun. Realisasi investasi ini diklaim menyerap 201.239 tenaga kerja Indonesia.

“Melihat data realisasi investasi PMDN dan PMA Triwulan I tahun ini membuktikan bahwa minat investasi di Jakarta cukup tinggi, membuat kami semakin optimistis untuk mencapai target meraih investasi sebesar Rp 100 triliun di tahun 2018,” ujar Edy Junaedi, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta.

Realisasi investasi tersebut terdiri dari PMDN sebesar Rp8,9 triliun dan PMA sebesar US$1,5 miliar. Kenaikan signifikan terjadi pada realisasi investasi PMA sebesar 66,6% dibanding periode yang sama tahun 2017 sebesar US$0,9 miliar. Pihaknya mengatakan, hasil ini didapat dari adanya kemudahan dalam penyelenggaraan pelayanan perizinan dan non perizinan di DKI Jakarta.

Selain itu, pemerintah DKI Jakarta juga memfasilitasi hubungan antara Biro Kerja sama Luar Negeri Setda Provinsi DKI Jakarta dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di luar negeri dan menyediakan Jakarta Investment Center .

“Jakarta Investment Center  menyediakan tenaga ahli profesional atau Professional Investment Qualified Consultant  yang bertugas mempercepat izin usaha dan lisensi bagi para investor, terlebih Jakarta saat ini memiliki Mal Pelayanan Publik, yang merupakan layanan terpadu dengan melibatkan 15  unit layanan dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, BUMN, BUMD dan swasta lainnya dalam satu tempat,” jelas Edy.

Tidak hanya itu, untuk memacu nilai investasi daerah, DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta juga melakukan lawatan ke Dubai, Uni Emirat Arab pada 8 April 2018 silam. Hal ini dilakukan untuk menarik calon investor di UEA.

“Jakarta adalah pusat perdagangan dan ekonomi utama di Indonesia yang sebagian besar disumbang dari perdagangan, manufaktur, konstruksi, yang juga memiliki sektor pertumbuhan yang cukup pesat di bidang transportasi, pergudangan, komunikasi informasi, jasa keuangan dan asuransi, dan juga sektor ritel kelas menengah yang semakin meluas. Sektor- sektor tersebut sedang kita coba tawarkan kepada para investor,” kata Edy. Sampai saat ini tercatat 134 proyek PMDN dan 1.160 Proyek PMA yang dilakukan di Jakarta.

Sementara itu, berdasarkan database perizinan dan non perizinan DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta tercatat realisasi investasi dalam perizinan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Kecil, Menengah dan Besar selama periode triwulan I tahun 2018 sebesar Rp46,6 triliun. Nilai tersebut lebih tinggi dari realisasi investasi dalam sistem LKPM online yang dikelola oleh BKPM RI. “Kami menghimbau pengusaha di Jakarta untuk segera melakukan penyampaian LKPM tepat pada waktunya,” Kata dia menutup pembicaraan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!