Pendapatam Perempuan Anjlok 82% Akibat Pandemi

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga dalam Peringatan Hari Perempuan Internasional bersama Kalbe, Senin (8/3/2021)mengungkapkan ketimpangan manfaat hasil pembangunan antara laki-laki dan perempuan masih terlihat jelas dalam berbagai indeks seperti Indeks Pembangunan Manusia, Indeks Pembangunan Gender, hingga Indeks Pemberdayaan Gender.

Adapun dalam data BPS, populasi laki-laki dan perempuan menunjukkan proporsi hampir seimbang, di mana 70% di antaranya ada di usia produktif. “Penting agar mereka didukung penuh agar mencapai potensi maksimal. Sayang sekali kalau masih ada jurang ketidaksetaraan laki-laki dan perempuan. Ketimpangan di masyarakat dapat menjadi batu sandungan berpartisipasi dalam pembangunan, memanfaatkan hasil pembangunan, dan akses ke ketenagakerjaan,” jelas Bintang.

Pandemi yang tidak hanya berdampak pada kesehatan tetapi juga ekonomi menyebabkan perempuan yang sebagian besar bergantung dari pendapatan usaha keluarga mengalami pengurangan pendapatan sebesar 82%. Dari seluruh UMKM di Indonesia, lebih dari 50% dimiliki dan dikelola oleh perempuan. Sehingga, menurut Bintang, pandemi telah memeprburuk ketimpangan gender yang ada dna perempuan pun semakin rentan.

Adapun KemenPPPA telah melakukan upaya-upaya pemberdayaan ekonomi secara luas yang dialamatkan kepada perempuan kepala keluarga, perempuan prasejahtera, dan perempuan penyintas. Adapun beberapa programnya yakni menginisiasi bisnis industri rumahan, mengumpulkan data sebagai landasan melakukan advokasi ke kementarian/lembaga terkait, dan membangun sinergi dengan lembaga masyarakat yang membawahi para perempuan usaha.

Momen Peringatan Hari Internasional Perempuan juga diwujudkan Kalbe melalui merek Fatigon berupa kerja sama dengan KemenPPPA dalam membina industri rumahan yang dikelola perempuan.

Presiden Komisaris Kalbe Farma, Bernadette Ruth Irawati Setiady mengatakan bahwa Kalbe senantiasa menjalankan bisnis sambil membina mitra strategis, dimana salah satunya adalah dengan petani herbal lokal.

“Untuk itu, kami menyambut kerja kolaborasi Kalbe dan KemenPPPA melalui program kewirausahaan perempuan. Program-program yang dijalankan yaitu pelatihan potensi pengembangan herbal dan kerajinan batik, pengembangan basic skill industri rumahan, dan pendampingan industri rumahan serta pameran," tutur Bernadette.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)