Pendapatan Usaha Peruri Melonjak 44%

Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik lndonesia (Peruri) terus menunjukkan kinerja bisnis yang menggembirakan sebagai hasil transformasi yang dilakukan sejak lima tahun terakhir. Hasil dari audit kinerja keuangan tahun 2017, Peruri berhasil meraih pendapatan usaha Rp 3,48 triliun, sebuah kenaikan 44,30%  dibandingkan kinerja tahun 2016 yang berada pada level Rp 2,41 triliun.

Kemudian bila dilihat dari parameter laba usaha, juga naik tajam, menjadi sebesar Rp 509,16 miliar, atau sebuah kenaikan 77,55% dibanding 2016 (Rp 286,78 miliar). Lalu dilihat dari sisi bottom line, laba bersih 2017 bisa menyentuh Rp 362,79 miliar,  naik 161,6 % dari 2O16 yang saat itu sebesar Rp 138,68 miliar. Adapun total Peruri 2017 tercatat sebesar Rp 4,67 triliun.

"Kami sangat bersyukur pada 2017 Peruri mampu mencapai kinerja yang baik.  Pencapaian ini merupakan kerjasama seluruh karyawan dan manajemen sebelumnya yang telah menyelesaikan tugasnya selama lima tahun hingga 27 oktober 2017. Sebagai direksi baru yang meneruskan penugasan ini, kami menyampaikan terima kasih atas pondasi kokoh yang sudah dibangun direksi sebelumnya," jelas Dwina S. wijaya, Direktur Utama Peruri yang sebelumnya bekerja sebagai CEO di Bahana Group.

Saat ini andalan bisnis Peruri berasal dari bisnis pencetakan uang. Lebih rincinya, pendapatan usaha Peruri dikontribusi oleh pencetakan uang kertas NKRI sebesar 66,7%, uang logam NKRI 4,5%, paspor dan buku 6,4%, pita cukai 8,3%, meterai 2,8% dan lainnya 11,3%.

Di lainn sisi, Peruri juga makin makin aktif untuk mendigitalisasi bisnisnya, antara lain dengan membesarkan unit bisnisnya yang bergerak di bidang percetakan digital, PT Peruri Digital Security (PDS). Baru-baru ini PDS mengakuisisi 55% Saham PT. Cardsindo Tiga Perkasa dengan nilaitransaksi Rp 35,3 miliar. Cardsindo sendiri merupakan anak usaha PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk., bergerak di bisnis smart card dan kartu plastik yang memiliki beberapa fitur sekuriti digital.

Cardsindo mampu memproduksi beberapa produk smart card seperti contactless, RFID cards, contact smart cards, PVC cards dan produk lainnya dan selama ini banyak  melayani sektor telekomunikasi dan perbankan. Perusahaan punya pengalaman, permesinan mutakhir serta memiliki market share domestik yang cukup signifikan.

Proses akuisisi ini sejalan dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Peruri 2017 - 2021, dan merupakan bagian dari restrukturisasi PDS. Akuisisi ini diharapkan mampu menjadikan PDS menjadi perusahaan penyedia digital security yang mumpuni.

Secara global potensi pasar smart card masih terbuka untuk dikembangkan. Menurut data dari Americas Market lntelligence, transaksi non tunai pada 2020 diproyeksikan mencapai 725,9 miliar transaksi dengan pertumbuhan rata-rata sejak 2015 hingga 2020 sebesar 10,9%. Di lndonesia kebutuhan smart card juga terus naik dan sejauh ini masih didominasi sektor perbankan. Data Bank lndonesia menunjukkan kontribusi transaksi non tunai yang semakin meningkat. Transaksi uang elektronik pada 2017 telah mencapai 780 juta transaksi. Adapun jumlah kartu yang beredar sebanyak 114 juta kartu dengan pertumbuhan rata-rata sejak 2010 hingga 2017 sebesar 46% per tahun.

 

Sudarmadi

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!