Penempatan Dana PEN di 22 BPD Capai Rp 16,45 Triliun

Foto : Ilustrasi (dok)

Keseriusan pemerintah menyikapi dampak pandemi Covid-19 tercermin dari peningkatan alokasi dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari tahun lalu sebesar Rp 579 triliun menjadi Rp 699 triliun. Dalam webinar ‘Dukung Program PEN melalui Penguatan Fungsi Intermediary BPD’ tergambar pemerintah telah melakukan penempatan dana PEN 2021 di Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebesar Rp16,45 triliun.

Dana tersebut ditempatkan pada 22 BPD dengan target leverage kredit hingga 3 kali atau mencapai hampir Rp50 triliun. Berdasarkan data yang dihimpun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bank Jabar Banten mendapat penempatan terbesar Rp2 triliun, Bank DKI Rp2 triliun dan ada debutan baru yakni Bank Kalsel Rp200 miliar.

Menurut Staf ahli OJK Ryan Kiryanto, penempatan dana PEN di BPD merupakan komitmen pemerintah untuk mengawal pemulihan ekonomi nasional. OJK berada dalam posisi memastikan bahwa penempatan dana itu benar-benar tersalurkan kepada sektor riil. “Bila dilihat dari data yang ada saat ini BPD menjadi garda terdepan dalam pemulihan ekonomi daerah yang berada dalam zona hijau pada awal tahun ini,” kata Ryan.

Diakui Ryan, komitmen dari pemerintah juga tercermin dari besarnya dukungan dana PEN. Sejumlah insentif telah disediakan untuk memacu pertumbuhan kredit. Penjaminan kredit juga disediakan. “Ada penjaminan kredit yang disediakan, sehingga dari sisi keamanan, sangat terjamin. Stimulasi permintaan kredit juga ada dari stimulus yang ada. Kuncinya sekarang ada di BPD untuk menyalurkan kredit secara prudent,” katanya.

Pengamat ekonomi dari CORE Indonesia Piter Abdullah menambahkan pemulihan ekonomi di daerah merupakan hal yang krusial karena itu membentuk perekonomian secara nasional. BPD memiliki peran strategis. Namun untuk memaksimalkan perannya, perlu ada dukungan dari pemegang saham yang utamanya adalah pemerintah daerah.

Sebab seringkali mereka ini menjadi penghambat bagi gerak cepat BPD. Dengan share yang mereka miliki, seringkali banyak permintaan dari pemerintah daerah yang membuat kinerja manajemen terhambat. “Masalah ini harus bisa diselesaikan oleh regulator agar kinerja BPD makin maju,” ujarnya.

Bank DKI pada akhir 2020 telah menyalurkan dan PEN sebesar Rp5,28 triliun atau 122,79& dari target. Menurut Corporate Secretary Bank DKI Heri Djufraini sebagai agent of development, Bank DKI memiliki peran dalam pembangunan ekonomi di DKI Jakarta.

Kepala Divisi Kredit Bank Kalsel Marthin Jonathan L memaparkan pihaknya berkomitmen tinggi untuk menyalurkan dana PEN sebagai kredit. Dari alokasi dana Rp200 miliar, pihaknya menargetkan dapat tersalur hingga Rp400 miliar dengan rincian sebesar Rp340 miliar melalui konvensional dan syariah Rp60 miliar. “Kami optimistis target penyaluran dapat tercapai. Karena dalam sebulan pertama saja sudah tersalur sekitar 10%,” katanya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)