Penerimaan Negara Hingga Akhir Mei 2018 Capai Rp685,09 Triliun

Menkeu Sri Mulyani Indrawati beserta jajaran pejabat Eselon I saat konferensi pers mengenai realisasi APBN sampai dengan 31 Mei 2018 di Aula Djuanda Kemenkeu, Jakarta (25/06). (dok. Kemenkeu)

Kementerian Keuangan mencatat hingga akhir Mei 2018 realisasi penerimaan pendapatan negara dan hibah telah mencapai Rp685,06 triliun. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pencapaian tersebut telah memenuhi 36,16 persen dari yang ditetapkan dalam APBN 2018.

Perkembangan penerimaan perpajakan hingga akhir Mei 2018 ditopang oleh penerimaan pajak sebesar Rp484,50 triliun serta kepabeanan dan cukai sebesar Rp54,16 triliun. Penerimaan pajak serta kepabeanan dan cukai telah terealisasi masing-masing sebesar 34,02 persen dan 27,91 persen dari target APBN 2018.

“Hingga akhir Mei 2018, realisasi penerimaan pajak telah tumbuh sebesar 14,13 persen secara yoy, kinerja penerimaan pajak masih didukung oleh pertumbuhan positif Pajak Penghasilan (PPh) non migas, PPh migas, dan Pajak Pertambahan Nilai yang terus melanjutkan tren positif pertumbuhan sejak triwulan I-2018,” kata Sri Mulyani dalam keterangan resminya, (25/6/2018).

Sementara itu, realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai hingga akhir Mei 2018 masih terus tumbuh mencapai 18,26 persen secara yoy, yang juga masih didukung oleh tren pertumbuhan positif kinerja penerimaan pada semua komponen penerimaan kepabeanan dan cukai seperti bea masuk, bea keluar, dan cukai.

Realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai hingga akhir Mei 2018 masih didukung oleh pertumbuhan positif penerimaan cukai sebesar 16,85 persen (yoy), bea masuk sebesar 14,10 persen (yoy), dan bea keluar sebesar 84,60 persen (yoy) yang relatif sangat tinggi. Pertumbuhan penerimaan kepabeanan dan cukai hingga akhir Mei 2018 yang mencapai double digit merupakan pertumbuhan positif yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir. “Hal tersebut mengindikasikan peningkatan ekonomi dalam negeri, selain juga dipengaruhi oleh permintaan dari luar negeri akibat aktivitas perekonomian dunia yang semakin membaik, utamanya dari mitra dagang Indonesia,” tambah Sri Mulyani.

Sementara realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sampai dengan 31 Mei 2018 mencapai Rp145,01 triliun atau mencapai 52,65 persen dari target APBN 2018 sebesar Rp275,43 triliun. “Capaian realisasi PNBP ini mengalami pertumbuhan sebesar 17,39 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2017,” ujarnya.

Ia menjelaskan peningkatan ini terutama disebabkan meningkatnya penerimaan sumber daya alam (SDA) karena masih berlanjutnya kenaikan harga komoditas minyak bumi dan batu bara sepanjang periode Januari hingga Mei 2018. Sementara itu, penerimaan minyak bumi terealisasi cukup tinggi sebesar 84,93 persen dari target APBN 2018. Realisasi penerimaan SDA Migas tumbuh sebesar 43,63 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, realisasi penerimaan SDA Non Migas mencapai Rp14,25 triliun atau 61,06 persen terhadap APBN 2018 yang tercatat mampu tumbuh sebesar 25,59 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2017. Sejalan dengan perkembangan harga komoditas global, harga minyak mentah dunia menunjukkan tren meningkat sejak tahun 2016. Hal ini sejalan dengan pergerakan harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) yang dalam perhitungannya mengacu harga minyak mentah utama dunia, terutama jenis Brent.

Adapun realisasi belanja negara sampai dengan akhir Mei 2018 sebesar Rp779,51 triliun, mencapai 35,10 persen dari alokasi dalam APBN 2018 atau meningkat 7,85 persen dari periode yang sama tahun 2017. Realisasi belanja negara tersebut meliputi belanja pemerintah pusat sebesar Rp458,00 triliun dan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp321,51 triliun. Realisasi belanja barang hingga akhir Mei 2018 sebesar Rp84,89 triliun atau 24,96 persen dari target APBN dan belanja modal mencapai Rp30,86 triliun atau 15,14 persen dari pagu pada APBN 2018. Sementara itu, realisasi subsidi mencapai Rp60,97 triliun atau sebesar 39,03 persen dari APBN, dan belanja bantuan sosial sudah mencapai Rp39,25 triliun atau sekitar 48,30 persen dari pagu pada APBN tahun 2018.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)