Pengguna Paylater Akulaku Naik 30%

Akulaku mencatatkan penggunaan paylater saat ini meningkat 30% dibandingkan dua bulan lalu. Perusahaan fintech P2P lending ini juga memastikan layanan dan bisnisnya terus berlangsung di tengah pandemi COVID-19.

Bergesernya pola belanja konsumen dari offline menjadi online membuat Akulaku meyakini ekonomi digital kini menjadi sebuah kebutuhan. Perusahaan menegaskan komitmennya sehubungan dengan adanya berita afiliasi Akulaku Hongkong yang mencapai kesepakatan restrukturisasai pembayaran pinjaman dengan Mintos, salah satu rekan P2P lending besar di Eropa.

CEO Group Akulaku, William Li, mengemukakan, pihaknya akan terus bekerja keras untuk menyediakan layanan keuangan digital yang dapat diandalkan. Tidak hanya itu, perusahaan menegaskan komitmennya sehubungan dengan adanya berita mengenai afiliasi Akulaku Hong Kong yang mencapai kesepakatan relaksasi kredit pinjamannya dengan Mintos, salah satu rekan P2P lending besar di Eropa. Kesepakatan restrukturisasi ini adalah bagian dari upaya yang diambil untuk mengurangi dampak COVID-19 bersama dengan mitra mereka.

“Selama pandemi COVID-19, kegiatan operasional Akulaku di Indonesia tetap berjalan normal. Kami juga berharap kesepakatan restrukturisasi pinjaman ini akan membantu kami melewati masa pandemi ini dan akan memberikan pengaruh positif pada kegiatan operasional Akulaku,” ujar William.

Akulaku juga melakukan kebijakan restrukturisasi kredit dimana kebijakan ini sesuai dengan arahan pemerintah. Selain itu, perusahaan juga mengimplementasikan kebijakan bekerja dari rumah untuk sebagian besar karyawan. Adapun untuk beberapa fungsi yang mengharuskan berada di area kantor, perusahaan menerapkan sistem masuk bergiliran sehingga konsep social distancing di lingkungan perusahaan tetap terjaga.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Tags:
Akulaku

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)