Pengusaha Muda Terbaik Indonesia di DSC 2017

Setelah sukses menjaring 5.868 proposal bisnis dari seluruh Indonesia, kompetisi wirausaha Wismilak Diplomat Success Challenge (DSC) 2017 telah berhasil melahirkan sejumlah wirausaha potensial sebagai pemenang kompetisi.

Di tahun ke-8 ini, tiga pengusaha muda terbaik telah terpilih dan mendapatkan modal usaha dalam bentuk hibah modal usaha dan bimbingan usaha selama dua tahun.

Ketiga pemenang utama tersebut yaitu Sandra Lesmana (23 tahun), pemuda kelahiran Serui kepulauan Yapen, Papua Barat, yang kini berdomisili di Yogyakarta dengan usaha Warung Papeda mendapatkan modal usaha sebesar Rp300 juta. Andra mewakili Indonesia Timur dalam DSC 2017 ini ingin mempromosikan makanan khas Papua dan Maluku tersebut ke penjuru Jawa. Ia memiliki kemampuan yang sangat matang dalam penguasaan bisnis, serta piawai mengelola Warung Papeda. Akselerasi pembukaan cabang Warung Papeda akan dilakukan di 2 kota dalam waktu dekat.

Pemenang kedua, Anita Carolina Danuargo asal Malang dengan usaha Fruits Armada menerima modal usaha sebanyak Rp250 juta. Fruits Armada, minuman olahan buah stroberi yang di dalamnya terdapat buah stroberi. Untuk pemenang ketiga adalah Widya Putra asal Bandung dengan usaha MusHome yang menerima modal usaha Rp180 juta. MusHome merupakan media edukasi jamur dengan desain menarik dan informatif. Dua dari tiga usaha tersebut bergerak di bidang kuliner. Tidak dapat dipungkiri, bisnis kuliner memberikan kontribusi sebesar 30% dari total pendapatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dan memiliki potensi yang sangat kuat untuk berkembang.

Program tahunan yang diusung konsisten oleh Wismilak Foundation sejak tahun 2010 memberikan kesempatan pada 3 finalis lain untuk mendapatkan hibah modal usaha masing-masing sebesar Rp50 juta. Reward tambahan berupa workshop serta bimbingan usaha juga akan diberikan kepada pemenang selama 2 tahun dan kepada 3 finalis selama 1 tahun sesuai dengan bidang masing-masing. DSC 2017 yang mengusung tema Sukses yang Bermanfaat. “Dewan Komisioner DSC 2017 ingin menularkan semangat positif dalam berbisnis serta memberikan knowledge dan juga pengalaman kami dalam menjalani dunia usaha dengan turut memberikan mentoring,” ujar Surjanto Yasaputera, Ketua Dewan Komisioner DSC 2017.

Potensi ide dan dampak sosial setiap usaha yang dilakukan terhadap masyarakat juga menjadi penilaian.Bagaimana para pengusaha muda tersebut membaca peluang, penguasaan atas teknologi produk, analisa pengembangan produk di masa depan hingga pemilihan target pasar yang dituju. Selain itu bisnis yang dijalankan melibatkan kelompok masyarakat tertentu dalam proses usaha dan juga memiliki visi pengembangan usaha yang bernuansa dan berwawasan sosial serta memberikan dampak positif kepada masyarakat.

Kategori khusus yang berbeda dari tahun sebelumnya yaitu social impact dan potential idea. Hal ini merupakan bentuk komitmen Wismilak Foundation untuk memperluas kesempatan bagi para pengusaha muda di Indonesia untuk mengembangkan bisnisnya.

“Tidak hanya berhenti di proses penilaian, setelah melalui tahapan grand final, ketiga pemenang dan finalis saat ini sedang dalam proses memperoleh mentoring tambahan dari partner kami yaitu Ganesha Entrepreneur Coorporation (GEC) dan melakukan presentasi realisasi usaha. Hal ini juga kami terapkan dengan tujuan untuk semakin mengasah skill entrepreneur dalam memecahkan solusi dan berhadapan dengan stakeholders dalam membangun bisnis mereka,” jelas Surjanto.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!