Penjualan Bosch Indonesia Melonjak Hingga Rp1,6 Triliun

Managing Director Bosch di Indonesia, Andrew Powell dalam Annual Press Conference Bosch in Indonesia, di Jakarta (18/7).

PT Robert Bosch (Bosch), perusahaan penyedia produk dan solusi teknologi, sepanjang tahun 2017 berhasil membukukan angka penjualan di Indonesia senilai Rp1,6 triliun (€104 juta), tumbuh 28 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Managing Director Bosch di Indonesia, Andrew Powell, mengungkapkan, secara global Bosch membukukan penjualan senilai €78,1 miliar. “Kawasan Eropa menjadi penyumbang terbesar dengan angka penjualan senilai €40,8 miliar atau tumbuh 5,6 persen. Sementara kawasan Asia Pasifik mencatatkan pertumbuhan terbesar yakni 13,5 persen dengan angka penjualan €23,6 miliar. Asia Pasifik menjadi pendorong pertumbuhan yang paling cepat dibandingkan kawasan lain bagi Grup Bosch,” ujarnya dalam Annual Press Conference Bosch in Indonesia di Jakarta, (18/7).

Powell menambahkan, Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan penjualan terbesar bagi Bosch di Asia Tenggara. “Kami menggiatkan upaya-upaya untuk memperluas jangkauan geografis serta portofolio produk dan layanan perusahaan kami. Upaya ini memungkinkan kami untuk memasuki segmen pasar baru,” paparnya.

Saat ini, Bosch di Indonesia aktif beroperasi di keempat sektor bisnis perusahaan, yaitu mobility solutions, industrial technology, consumer goods, dan energy and building technology. Bosch menyediakan berbagai macam produk dan solusi teknologi termasuk komponen, alat diagnostik dan perlengkapan otomotif, solusi hidrolik drive and control, peralatan rumah tangga, power tools, teknologi bangunan, serta solusi pemanasan.

Pertumbuhan ini juga didukung dengan penyelesaian sejumlah key landmark projects sepanjang tahun 2017, seperti pembangunan proyek LRT di Palembang, Bandara Kertajati, sistem multimedia DCN untuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), solusi pengawasan video (CCTV) untuk Bank Mandiri, serta peralatan rumah tangga untuk Pondok Indah Residence.

Selain itu, ekspansi lokal dari segi jangkauan geografis dan digital menjadi faktor penting bagi pertumbuhan perusahaan, seperti ketersediaan produk Bosch secara online di berbagai platform e-commerce di Indonesia.

Sementara sektor bisnis industrial technology menaruh fokus yang kuat pada otomatisasi pabrik dan manufaktur tingkat lanjut. Peluncuran roadmap “Menjadikan Indonesia 4.0” oleh pemerintah akan meningkatkan permintaan terhadap solusi pabrik yang saling terhubung dan proses manufaktur terotomatisasi.

Setelah pada akhir 2017 Bosch mencatatkan kinerja yang baik, selanjutnya Bosch siap untuk menggenjot pertumbuhan lebih tinggi. Bahkan secara global Bosch berinvestasi senilai €7,3 miliar untuk research and development atau setara dengan 10 persen dari sales revenue. “Di tahun 2018 prioritas kami adalah mempertahankan pertumbuhan double digit,” kata Powell.

Untuk memastikan pertumbuhan tersebut, Bosch berfokus pada upaya lokalisasi untuk beragam produk dan komponen otomotifnya. Pada April 2018, Bosch memproduksi unit kontrol elektronik (ECU) berlabel “Made in Indonesia” perdananya di fasilitas powertrain milik perusahaan di Cikarang, Jawa Barat. Pada Oktober 2017, Bosch mendapatkan hak penggunaan lahan di Cikarang untuk pengembangan jejak lokal yang potensial.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)