Pentingnya Efisiensi Rantai Pasok dalam Transformasi Digital

Sistem rantai pasok yang kompleks dan berlapis di Indonesia sebetulnya sangat penting untuk memastikan keberagaman skala ekonomi. Catatan ini dimuat dalam laporan yang diterbitkan Advotics bertajuk Key Distribution Challenges in Indonesia yang menyajikan perspektif dan informasi terkait peran teknologi sebagai solusi beragam tantangan di industri rantai pasok Indonesia.

Menurut Badan Pusat Statistik, ada lebih dari 5 juta perusahaan manufaktur di Indonesia dan sekitar 38.000 perusahaan manufaktur besar. Mereka didukung oleh sistem rantai pasok raksasa yang terdiri dari 15 juta distributor skala kecil dan menengah, serta 288.000 perusahaan distribusi besar.

Ini berarti, setiap principal dan brand di Indonesia harus bekerja sama dengan 30—200 distributor, agen-agen lapangan, dan ratusan ribu peritel untuk mencari jalur distribusi yang paling optimal. Sementara itu menurut Bank Dunia, produsen di Indonesia menghabiskan 25% dari pendapatan mereka untuk membiayai sistem rantai pasok yang kompleks ini.

Advotics adalah salah satu SaaS yang datang untuk menangani permasalahan ini. Selain membantu dalam proses rantai pasok, Advotics turut memberikan solusi operasi di gudang, efisiensi jalur pengiriman barang, dan pengiriman tim sales dengan memanfaatkan teknologi canggih. “Semua ini tidak mungkin hanya dengan mengandalkan model rantai pasok konvensional,” ujar CPO dan Co-founder of Advotics, Jeffry Tani.

Sementara itu, CEO dan Co-founder Advotics, Boris Sanjaya, mengatakan Indonesia adalah pasar yang besar bagi bisnis solusi teknologi untuk korporasi.

Advotics memperkirakan nilai pasar peranti lunak untuk korporasi di Indonesia mencapai US$3 miliar. Ukuran pasar tersebut makin membesar seiring makin banyaknya perusahaan yang bergerak ke arah digitalisasi.

Pembatasan mobilitas sebagai dampak dari pandemi Covid-19 turut memunculkan tantangan baru dalam mengelola distribusi, yakni perusahaan tidak bisa sepenuhnya bergantung kepada karyawan di lapangan. Untuk itulah dibutuhkan solusi seperti yang ditawarkan oleh Advotics dalam mengelola distribusi ritel.

 “Ada jutaan perusahaan manufaktur dan distribusi di Indonesia, dari perusahaan kecil hingga perusahaan raksasa. Kami percaya, pasar piranti lunak untuk korporasi di Indonesia, yang saat ini nilainya telah mencapai US$3 miliar, akan terus tumbuh seiring dengan makin banyaknya perusahaan yang bergabung dalam tren transformasi digital,” kata Boris.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Tags:
Advotics

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)